Skip to main content

Dispensasi

Daftar Isi [ Tampil ]
Dispensasi

Ada macam-macam hal yang dapat membatalkan puasa dan beragam pula konsekuensinya. Ada yang sekedar harus meng-qada'nya ada juga yang mengakibatkan sanksi berat.

Termasuk sanksi berat yaitu bersetubuh pada siang hari di bulan ramadhan.

Tidak hanya membatalkan puasa, orang yang bersetubuh di siang hari bulan ramadhan akan dikenakan sanksi (kaffarat), yaitu pembebasan budak, jika tidak mampu membebaskan budak maka puasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu puasa dua bulan berturut-turut urutan sanksi selanjutnya yaitu memberi makan 60 orang miskin.

Pernah ada seorang laki-laki yang menghadap kepada Rasulullah SAW menceritakan kejadian yang telah menimpanya, yaitu menggauli istrinya pada siang hari bulan ramadhan.

Mendengar pengakuan dari laki-laki tersebut kemudian Rasulullah bertanya,

"apa kau mempunyai sejumlah harta untuk membeli dan memerdekakan budak ?".

"Tidak wahai Rasulullah" jawab laki-laki itu.

"Apa kau mampu berpuasa selama dua bulan berturut-turut ?" tanya Rasulullah kepada laki-laki tersebut.

"Tidak mampu ya Rasulullah, untuk puasa satu bulan saja rasanya sudah berat sekali bagiku apalagi harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut". Jawab laki-laki itu.

"Kalau begitu, apa kau mempunyai makanan untuk diberikan kepada 60 fakir miskin ?". Tanya Rasulullah SAW.

"Waduh, tidak mampu juga ya Rasulullah, untuk makan sehari-hari saja saya kesusahan". Jawab lali-laki tersebut.

Baca juga : Humor; dari kejadian menjengkelkan menjadi cerita lucu di zaman mendatang

Pada waktu itu, kebetulan ada seseorang yang menyerahkan sekantong kurma kepada Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah berkata kepada laki-laki pelanggar tadi,

"ini ambillah, dan berikan kepada 60 fakir miskin".

"Maksud Rasulullah, apakah sekantong kurma ini harus kuberikan kepada 60 orang yang membutuhkan daripada keluarga saya ya Rasulullah ?". Tanya laki-laki tersebut.

Kemudian Rasulullah menjawab "ya, bagikan sekantong kurma tersebut kepada 60 orang yang membutuhkan".

Laki-laki itu pun berkata lagi dengan merendah,

"wahai Rasulullah, di negeri ini tidak ada keluarga yang miskin melebihi keluarga saya".

Rasulullah pun tersenyum dan bersabda, "baiklah, berikan kurma ini kepada keluargamu".

Baca juga : Mengaku sebagai utusan Tuhan