Skip to main content

Prinsip-Prinsip Ajaran Aswaja

Daftar Isi [ Tampil ]

Prinsip Aswaja

Halo sobat blogger yang budiman, semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat-sehat saja dan dimudahkan segala urusan kita.  Amin ya rabbal alamin.

Pada artikel saya sebelumnya, kita sudah mengkaji tentang pengertian Ahlus Sunnah wal Jama'ah atau yang familiar kita singkat Aswaja.

Prinsip-prinsip Ajaran Aswaja

Sebagai jam'iyah yang menganut faham Aswaja, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengetahui prinsip dasar Aswaja yang bisa kita praktekkan atau terapkan baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Baiklah langsung saja, pertama-tama sebelum kita masuk ke klasifikasi prinsip-prinsip Aswaja alangkah baiknya kita juga harus tau, apa sih prinsip itu ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prinsip adalah asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, berperilaku, dsb); dasar. Berangkat dari definisi ini, prinsip berarti pokok dasar atau fundamental yang menjadi pijakan dalam berpikir dan bertindak.

Di Indonesia sendiri, penyebaran Aswaja dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama' (NU) dan mempunyai lima prinsip dasar yang menjadi paradigma keagamaan warga NU.

Sebagai kelompok yang menganut ajaran  Islam yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi dan sahabat, alangkah baiknya kalau kita juga mempelajari dan menghayati prinsip-prinsip Aswaja serta menerapkannya atau mempraktekkannya dalam kehidupan kita, baik dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tawassuth

Prinsip tawassuth ialah sikap tengah-tengah tidak ekstrem kiri atau kanan. Dalam faham Aswaja baik dibidang syariat, teologi, maupun akhlak haruslah senantiasa mengedepankan sifat tengah-tengah, tidak fanatik ke kiri maupun ke kanan.

Begitu juga dalam hak bermasyarakat, berbangsa dan bernegara selalu menempatkan diri pada sifat menjunjung tinggi keharusan berperilaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bersama, sehingga ia menjadi tauladan yang bersikap dan berperilaku lurus dan Istiqomah bersifat membangun serta menghindari semua bentuk pendekatan yang bersifat ekstrimis.

Tawazun

Prinsip tawazun yakni sikap seimbang dan selaras, sehingga tercipta dan terpelihara secara seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat, kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok, menyelaraskan kepentingan mas terdahulu, sekarang, dan masa depan.

Tasamuh

Prinsip tasamuh ialah sifat toleran terhadap perbedaan pendapat baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu', atau hal-hal yang menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan sebuah bangsa. Sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta ukhuwah (persaudaraan) antar sesama muslim, agama, dan bangsa.

I'tidal

Prinsip i'tidal yakni sifat tegak lurus dan adil,  artinya tidak fanatik ke kiri atau kanan. Sikap ini pada intinya mempunyai arti kewajiban bersikap adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Amr ma'ruf nahi munkar

Prinsip amr ma'ruf nahi munkar ialah sikap mempunyai kepekaan untuk mendorong perbuatan baik, yang berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta kepekaan menolak dan mencegah semua hal yang menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan. Ma'ruf itu sendiri mempunyai makna segala apa saja yang kita ketahui baik. Bukan baik menurut perspektif diri sendiri, akan tetapi baik yang telah diketahui oleh banyak orang. Begitu juga munkar, keburukan yang diketahui oleh banyak orang.

Baca juga:

Demikianlah penjelasan singkat tentang prinsip-prinsip ajaran Aswaja. Semoga apa yang penulis sampaikan ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca. Amiin.