Skip to main content

Mengaku sebagai utusan Tuhan

Daftar Isi [ Tampil ]

Mengaku sebagai utusan Tuhan

Termasuk salah satu tanda dekatnya kiamat yaitu, munculnya para pendusta yang mengaku mendapat wahyu dari Allah sebagai utusan-Nya. Sebagaimana keterangan yang ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda (artinya), “Tidaklah tiba kiamat hingga dimunculkan para dajjal pendusta yang jumlahnya hampir 30 orang. Seluruh dari mereka ini mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah”. (HR. Muslim, lihat Shahih al-Bukhori).

Anehnya, ada juga yang percaya kepada orang yang mengaku mendapat wahyu dari Allah sebagai utusan-Nya. Padahal, hal tersebut merupakan kebatilan yang nyata. Fenomena kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai nabi ini, bukanlah hal yang baru kita jumpai. Kita pun dapat menjumpai sejak zaman Musailamah al-Kadzdzab hingga sekarang, ternyata ada saja orang yang mengikuti para nabi palsu.

Baca juga : Humor; dari kejadian menjengkelkan menjadi cerita lucu di zaman mendatang

Dikutip dari A. Mustofa Bisri dalam bukunya yang berjudul “DARI CANDA NABI & SUFI SAMPAI KELUCUAN KITA”.

Alkisah, pernah ada seorang yang mengaku dirinya sebagai Nabi Musa, ketika ia dihadapkan kepada khalifah pada masa itu dan ditanya, “Siapa engkau ?”.

Dia menjawab, “Saya Musa bin Imran, utusan Tuhan”.

“Dan apakah itu tongkatmu yang bisa berubah menjadi ular ?”, tanya Khalifah.

“Ya”.

“Coba lemparkan tongkatmu itu, dan perintahkan menjadi ular seperti dulu itu !!”, perintah Khalifah.

Tuan, katakanlah lebih dahulu, seperti perkataan Fir’aun kala itu, “Aku adalah Tuhanmu yang Maha tinggi”, nanti akan kulemparkan tongkatku ini dan berubah menjadi ular”, celetuk si pengaku Nabi itu.

Baca juga: Tersenyum Bersama Kaum HahahihiDispensasi.