Skip to main content

Pengertian Bina’ dan Pembagiannya dalam Ilmu Shorof

Daftar Isi [ Tampil ]
Pengertian Bina’ dan Pembagiannya dalam Ilmu Shorof

Bina' dalam ilmu shorof merupakan istilah penting yang biasa dipakai untuk menggambarkan suatu keadaan kalimah atau kata dari sisi huruf dan peletakannya. Bagi seseorang yang sedang mempelajari ilmu shorof/tashrif tentunya akan diberi materi pokok ini terlebih dahulu sebelum lebih dalam lagi menyelami kaidah-kaidah shorof. Apa pengertian bina' ? apa saja macam-macam bina' itu ? Ini penjelasannya.

Pengertian Bina'

Secara bahasa bina’ berarti konstruksi atau bangunan. Dalam ilmu shorof, pengertian bina’ adalah bentuk kalimat yang ditinjau dari segi huruf dan tata letaknya, apakah pada fa’ fi’il, ain fi’il atau lam fi’ilnya terdapat huruf illat (و، ا، ي) / hamzah atau malah sepi dari huruf illat dan hamzah. Berdasarkan hal tersebut, bina’ dalam ilmu shorof dibagi menjadi tujuh,yaitu shahih, mitsal, mudha'af, lafif, naqis, mahmuz, dan ajwaf yang dirangkum dalam sya’ir nadzom dibawah ini:

صَحِيْحٌ اَوْ مِثَالٌ اَوْ مُضَعَفُ # لَفِيْفٌ نَاقِصٌ مَهْمُوْزٌ اَجْوَفُ

Macam-macam Bina'

Sebelumnya telah disebutkan bahwa pembagian bina' dalam ilmu shorof ada 7 macam, perincian dari ketujuh bina’ tersebut sebagai berikut:

1. Bina' Shahih

Yaitu bina’ yang fa’ fi’il, ain fi’il dan lam fi’ilnya selamat dari huruf illat (و، ا، ي) ataupun hamzah. Bina’ shahih adakalanya berupa tsulasi (terdiri dari tiga huruf) dan ruba’i (terdiri dari empat huruf). Bina’ shahih tsulasi yaitu apabila fa’ fi’il, ain fi’il, dan lam fi’ilnya tidak berupa huruf illat atau hamzah.

Contoh: دَخَلَ، نَصَرَ، عَلِمَ، ضَرَبَ

Baca juga : Contoh Bina' Shohih dalam Al-Qur'an

Adapun bina’ shahih ruba’i adalah kalimah yang huruf fa’ fi’ilnya tidak sejenis dengan lam fi’il yang pertama.

Contoh: دَخْرَجَ

2. Bina' Mitsal

Yaitu kalimah yang fa’ fi’ilnya berupa wawu atau ya’. Bina’ mitsal dibagi menjadi dua macam, yaitu mitsal wawi dan mistal ya’i. Apabila fa’ fi’il berupa wawu, maka disebut sebagai bina’ mitsal wawi. Jika fa’ fi’il berupa ya’, maka disebut bina’ mitsal ya’i.

Contoh: وَقَعَ، يَسَرَ

Baca juga : Contoh Bina' Mitsal dalam Al-Qur'an dan Kalimat

3. Bina' Mudha’af

Bina’ mudha’af terbagi ke dalam dua macam, yaitu tsulasi dan ruba’i. Bina’ mudha’af tsulasi adalah kalimah yang ain fi’il dan lam fi’il sejenis.

Contoh: مَدَّ yang berasal dari kata مَدَدَ 

Sedangkan bina’ mudha’af ruba’i adalah kalimah yang fa’ fi’il dan lam fi’il yang pertama berupa huruf yang sama/sejenis. Begitu juga dengan ain fi’il dan lam fi’il yang kedua, juga berupa huruf yang sama.

Contoh: طَأْطَأَ

4. Bina' Lafif

Bina’ lafif juga dibagi ke dalam dua macam, yaitu lafif maqrun (bertemu/sambung) dan lafif mafruq (terpisah). Bina’ lafif maqrun adalah kalimah yang ain fi’il dan lam fi’ilnya berupa huruf illat.

Contoh: دَوٰى، شَوٰى

Adapun bina’ lafif mafruq yaitu kalimah yang fa’ fi’il dan lam fi’ilnya berupa huruf illat

Contoh: وَقٰى، وَلٰى

5. Bina' Naqis

Bina’ naqis adalah kalimat yang lam fi’ilnya berupa huruf illat wawu/ya’. Bina’ naqis dibagi menjadi dua macam, yaitu naqis wawi dan naqis ya’i. Apabila lam fi’il berupa wawu maka disebut naqis wawi. Jika lam fi’il berupa ya’ maka disbeut naqis ya’i.

Contoh: غَزَا yang berasal dari kata غَزَوَ dan سَرٰى yang berasal dari kata سَرَيَ

6. Bina' Mahmuz

Bina’ mahmuz adalah kalimah yang fa’ fi’il, ain fi’il, atau lam fi’ilnya berupa hamzah. Bina’ mahmuz terbagi menjadi tiga bagian, yaitu mahmuz fa’, mahmuz ain, dan mahmuz lam. Apabila fa’ fi’il berupa hamzah maka disebut mahmuz fa’, jika hamzah bertempat pada ain fi’il maka disebut mahmuz ain, dan jika yang berupa hamzah adalah lam fi’ilnya maka disebut mahmuz lam.

Contoh: أَدَمَ، سَأَلَ، بَدَأَ

Baca juga : Contoh Bina' Mahmuz beserta Artinya

7. Bina' Ajwaf

Macam-macam bina’ yang terakhir adalah bina’ ajwaf, yaitu kalimah yang ain fi’ilnya berupa huruf illat wawu atau ya’.  Bina’ ajwaf juga dibagi ke dalam dua macam, yaitu ajwaf wawi dan ajwaf ya’i. Apabila ain fi’il berupa wawu, maka disebut ajwaf wawi, dan jika ain fi’ilnya berupa ya’ maka disebut ajwaf ya’i.

Contoh: صَانَ yang berasal dari kata صَوَنَ dan سَارَ yang berasal dari kata سَيَرَ

Baca juga : Contoh Bina' Ajwaf

Demikianlah pengertian dan pembagian bina’ dalam ilmu shorof. Pada hakikatnya, kalimah itu tidak hanya mempunyai satu bina’ saja. Terkadang kalimah juga ada yang mempunyai dua bina’. Seperti kata رَأٰى (yang mengandung dua bina’, yaitu bina mahmuz ain dan bina’ naqis ya’i), فَاءَ (yaitu bina’ ajwaf ya’i dan bina’ mahmuz lam). Dalam ilmu shorof juga dikenal istilah mu’tal, yaitu kalimah yang fa’ fi’il, ain fi’il, atau lam fi’ilnya berupa huruf illat (و، ا، ي). Jadi, bina’ mitsal, naqis, lafif, ataupun ajwaf juga bisa disebut kalimah mu’tal. Penisbatan bina’ mitsal disebut mu’tal fa’, bina’ naqis disebut mu’tal lam’, bina’ lafif disebut mu’tal fa’ wa al-lam atau mu’tal ain wa al-lam, dan bina’ ajwaf disebut mu’tal ain.