Skip to main content

Arti Kata Radikalisme

Daftar Isi [ Tampil ]
Radikalisme

Fenomena akan isu radikalisme kini menjadi wacana yang menarik dibicarakan di beberapa kalangan. Isu radikalisme ini menjadi booming di ranah publik belakangan ini akibat begitu masifnya gerakan radikal di Indonesia yang ditandai dengan munculnya berbagai sekte, aliran, dan kelompok yang mengatasnamakan agama.

Istilah radikal berasal dari bahasa Inggris radical yang merupakan kata sifat dalam bahasa Latin radix yang berarti akar. Dengan demikian, radical pada dasarnya berarti mengakar atau hingga ke akar-akarnya. Kata inilah yang kemudian menjadi inti dari makna radikalisme yang secara politik diarahkan kepada setiap gerakan yang ingin merubah sistem dari akarnya.

Kalidjernih, (2010: 140) menyatakan bahwa radikalisme adalah suatu komitmen yang mengarah pada perubahan secara keseluruhan yakni yang menentang struktur dasar atau fundamental, tidak hanya pada lapisan-lapisan superfisial.

Dengan kata lain, radikalisme adalah konsep sikap jiwa yang mengusung perubahan. Sementara itu, radikalisme menurut pengertian lain adalah inti perubahan itu cenderung menggunakan kekerasan.

Menurut Hornby (2000: 691) kata radikal didefinisikan sebagai sikap atau paham yang ekstrim, fanatik, revolusioner, ultra dan fundamental.

Radikalisme tidak serta merta muncul dari kekerasan fisik saja. Radikalisme bisa saja berupa sebuah ideologi pemikiran, kampanye yang masif, demonstrasi sikap yang berlawanan dan ingin merubah mainstream bisa juga digolongkan sebagai sikap radikal.

Baca juga: Mewaspadai Gerakan Radikalisme di Indonesia

Radikalisme merupakan salah satu paham dari beberapa paham yang berkembang di kalangan masyarakat yang menuntut perubahan dengan jalan kekerasan.

Jika dilihat dari segi keagamaan, radikalisme dapat juga diartikan sebagai sikap fanatisme yang tinggi yang membuat para penganutnya menggunakan cara kekerasan dalam mengajak orang-orang yang berbeda paham dengan mereka supaya sejalan dengan paham yang mereka anut, dan paham orang yang tak sejalan dengan paham mereka akan dianggap taghut, musyrik, kafir bahkan dihalalkannya darah baginya.