Skip to main content

KH. Yahya Cholil Staquf | Tokoh NU asal Rembang

Daftar Isi [ Tampil ]
Tokoh NU asal Rembang

Indonesia tercatat sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Uniknya, walaupun menyandang gelar sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak, Indonesia bukanlah negara Islam melainkan negara Islami.

Proses Islamisasi di Indonesia secara masif terjadi setelah berdirinya kerajaan Islam di Demak pada abad 15 yang didukung oleh para ulama’ karismatik yang kini dikenal sebagai Walisongo. Kunci sukses metode dakwah yang dipraktikkan Walisongo dalam menyebarkan ajaran Islam pada masyarakat Indonesia yang kental akan tradisinya dengan melalui pendekatan budaya menjadikan agama Islam mudah menyebar dan diterima di berbagai kalangan masyarakat.

Masyarakat Indonesia hidup sebagai sebuah bangsa dalam lintas primordialitas yang terdiri dari keanekaragaman suku, agama, ras dan budaya. Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Inilah embrio dari lahirnya moto atau semboyan Bhineka Tunggal Ika yang kini tertulis pada lambang Garuda Pancasila sebagai lambang negara.

Berbicara mengenai Islam Indonesia berarti juga membicarakan Nahdlatul Ulama’ (NU) sebagai jam’iyah diniyyah terbesar yang menjadi wadah bagi para ulama’ dan pengikutnya dengan visi luhur menjaga, memelihara, dan melestarikan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah wal-Jama’ah. Melalui NU inilah para ulama’ Nusantara mendapat ruang yang cukup luas dalam berjuang tidak hanya pada aspek agama saja, tetapi juga menyangkut semua aspek kehidupan baik ekonomi, politik, sosial budaya, berbangsa dan bernegara.

Keberadaan Nahdlatul Ulama’ yang senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan bangsa menempatkan Nahdlatul Ulama’ secara proporsional ikut serta mengambil bagian dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa yang diridhai Allah Swt.

Lahirnya Nahdlatul Ulama’ bertujuan bukan hanya mencakup skala Nasional semata. Seperti keberhasilan Komite Hijaz dalam merespon atas ancaman kebijakan antipluralitas oleh Raja Ibnu Sa’ud di Hijaz (Arab Saudi). Hal ini membuktikan bahwa Nahdlatul Ulama’ juga ikut mengambil peran dalam skala Internasional. Sejak berdirinya sampai sekarang Nahdlatul Ulama’ tetap konsisten dalam memperjuangkan visi dan misi para pendahulunya.

Sebagai jamiyyah diniyyah, Nahdlatul Ulama’ merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia bahkan dunia dalam memperjuangkan, menguatkan serta memegang teguh prinsip persaudaraan (ukhuwwah) baik antar muslim, agama, bangsa dan negara.

KH. Yahya Cholil Staquf yang akrab dipanggil Gus Yahya, putra dari KH. Cholil Bisri yang menjadi salah satu the founding father Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), merupakan tokoh NU asal Rembang yang giat berdakwah menyebarkan Islam yang Rahmah baik dalam lingkup nasioanal maupun internasioanal.

Gus Yahya, salah satu Tokoh NU yang kini menjabat sebagai Katib Aam Syuri’ah PBNU bukan hanya agamis, tetapi juga nasioanalis. Hal ini dapat kita lihat sepak terjang beliau dalam memperjuangkan hak asasi warga Palestina. Hak yang secara inheren melekat pada diri manusia sejak dilahirkan ke dunia, di antaranya yaitu hak atas merdeka. Khittah Nahdlatul Ulama’ tercerminkan pada tingkah laku beliau dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Nama Gus Yahya mulai dikenal diberbagai banyak kalangan saat terpilih sebagai jubir Presiden RI yang ke-4. Selain itu, belaiu juga seorang penulis produktif. Sudah banyak karya beliau yang diterbitkan dan dibaca banyak kalangan. 

Seperti the terong gosong, sebuah buku seputar humor yang mengulas kehidupan pesantren  dan buku Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) yang mengupas perjuangan NU dari peradaban dunia. Keilmuan beliau tidak diragukan lagi, bukan hanya mahir dalam bidang agama, Gus Yahya juga terampil dalam bidang politik, sosial dan budaya.

Kelihaiannya dalam mengkolaborasikan berbagai ilmu terekspresikan saat mengajar kitab-kitab klasik karya ulama-ulama kontemporer di Ponpes Raudlatut Thalibin Leteh-Rembang yang membuat otak para santrinya traveling ke berbagai negara.

Itulah sepercik singkat mengenai KH. Yahya Cholil Staquf tokoh NU asal Rembang yang akrab disapa Gus Yahya, bukan hanya jejaring nasional beliau juga mempunyai banyak jaringan internasional dengan cara berpikirnya yang brilian dalam menyebarkan eksistensi Islam Nusantara yang memprioritaskan sikap moderat, toleran dan Islam yang dapat memberi rahmah bagi seluruh alam.