Skip to main content

Kisah Lucu Abu Nawas Menipu Malaikat

Daftar Isi [ Tampil ]
Kisah Lucu Abu Nawas

Abu Nawas adalah sosok penyiar Islam yang sangat cerdas, terkenal akan kisah-kisah konyol dan lucunya. Abu Nawas merupakan sosok yang ahli dibidang al-Qur'an, al-Hadits dan juga sastra Arab. Selain itu, beliau juga seorang yang sangat kontroversial.

Abu Nawas dengan Khalifah Harun ar-Rasyid yaitu raja dari Dinasti Abbasiyah memiliki hubungan yang cukup dekat.

Gilanya lagi, Abu Nawas kerap membuat lelucon-lelucon lucu dan juga kerap memancing kemarahan baginda raja hingga dihukum. Namun di akhir hayatnya Abu Nawas memiliki tragedi lucu yang sangat menakjubkan.

Pada kesempatan kali ini penulis akan menceritakan sebuah kisah lucu dan menarik tokoh atau figur yang melegenda dari masa ke masa, yaitu kisah Abu Nawas menipu malaikat.

Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami dari kota Ahvas Iran.

Abu Nawas hidup pada masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah. Beliau merupakan sosok lucu dan kontroversial yang terkadang membuat Khalifah Harun ar-Rasyid tertawa bahkan marah sebab ulah gokil Abu Nawas.

Pernah suatu ketika Abu Nawas mendapati sang Khalifah, mendadak ia menangkap sang Khalifah dan menjualnya menjadi budak. Kelakuan sembrono Abu Nawas jelas membuat sang Khalifah geram dan marah besar, karena tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Abu Nawas. Sang Khalifahpun kemudian memerintahkan para pasukan kerajaan untuk memburu dan menangkap Abu Nawas. Perilaku Abu Nawas memang sungguh sembrono, masak pemimpinnya sendiri dijual menjadi budak. Ckckck

Para pasukan kemudian berangkat menuju rumah Abu Nawas sesuai yang telah diperintahkan oleh sang Khalifah. Sesampainya di tempat Abu Nawas, ternyata Abu Nawas sedang tidak ada di rumah. Para pasukan pun tetap berjaga untuk antisipasi kemungkinan Abu Nawas pulang kembali. Namun, setelah menunggu lama, Abu Nawas tak kunjung pulang juga. Para pasukan akhirnya memutuskan untuk pergi dan kembali ke kerajaan.

Setelah mengetahui para pasukan kerajaan sudah pergi, Abu Nawas diam-diam nyelonong masuk ke rumahnya. Kemudian Abu Nawas menuju kullah untuk mengambil air wudlu lalu mengerjakan shalat 2 rakaat. Setelah shalat Abu Nawas berwasiat kepada istri tercintanya untuk disampaikan kepada sang Khalifah apabila datang mencarinya.

Tidak berselang lama, Abu Nawas meninggal dunia. Kejadian ini sontak membuat istri Abu Nawas menangis meronta-ronta atas kematian orang yang sangat dicintainya. Jerit tangis sang istri membuat para tetangganya heboh. Kabar kematian Abu Nawas pun terdengar sampai ke pelosok Negeri dan didengar oleh sang Khalifah Harun ar-rasyid. Seketika itu kemarahan sang raja berbalik menjadi kesedihan, mengingat Abu Nawas merupakan sosok brillian dan yang selalu menghibur Khalifah selama ini, ya meskipun terkadang menjengkelkan. Sang Khalifah lalu berkunjung ke rumah Abu Nawas dan berbicara dengan istri Abu Nawas.

“Apakah ada pesan terakhir untukku dari Abu Nawas ?”. Tanya sang Khalifah kepada istri Abu Nawas.

“Suami hamba berwasiat agar Baginda memaafkan semua kesalahannya di depan rakyat”. Jawab istri Abu Nawas tergagap-gagap.

Sang Khalifah akhirnya mengabulkan wasiat terakhir dari Abu Nawas. Ketika jenazah Abu Nawas diangkut dalam keranda Baginda Khalifah mengadakan siaran pers di hadapan seluruh rakyatnya.

"Wahai rakyatku, dengarkanlah !!! dengarkanlah !!!, bahwa hari ini saya Khalifah Harun ar-Rasyid sudah memaafkan semua kesalahan Abu Nawas yang telah diperbuatnya terhadap diriku dan kalian semua sebagai saksi nya". Kata Khalifah Harun ar-Rasyid.

Sang Khalifah dengan sedih akhirnya memaafkan semua kesalahan Abu Nawas. Setelah sang Khalifah selesai berpidato, mendadak dari dalam keranda terdengar suara cukup keras.

"Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah".

Peristiwa ini sontak membuat para pelayat heboh dan berlarian sebab ketakutan ada jenazah yang bangkit dari kematian.

Namun setelah diselidiki dengan berani ternyata itu bukanlah jenazah Abu Nawas melainkan memang benar-benar Abu nawas yang masih hidup. Sang Khalifah pun sangat geram sekali dengan ulah konyol Abu Nawas ini. Tetapi mau bagaimana lagi, sang Khalifah Harun Ar-Rasyid sudah terlanjur memaafkannya.

Itulah kisah lucu Abu Nawas menipu malaikat. Semoga kisah ini dapat sejenak menghibur dan menginspirasi para pembaca.