Skip to main content

Mewaspadai Gerakan Radikalisme di Indonesia

Daftar Isi [ Tampil ]
Gerakan Radikalisme

Paham radikalisme saat ini masih menjadi momok yang patut untuk kita waspadai. Karena paham radikalisme bergerak secara senyap atau lengang dalam rangka menggerogoti keutuhan bangsa dan negara, serta menjadi virus yang sangat berbahaya bagi demokrasi dan hak asasi manusia.

Maka dari itu, mungkin akan timbul pertanyaan, kenapa kita harus ekstra waspada akan paham radikalisme yang berusaha untuk menggerogoti keutuhan bangsa yang damai ini, serta menjadi virus yang sangat berbahaya bagi demokrasi dan hak asasi manusia. Jawabannya adalah karena paham-paham radikalisme yang digencarkan selama ini berupaya memaksakan mendirikan negara berbasis agama dengan jalur kekerasan.

Para penganut paham radikalisme ingin menghancurkan demokrasi ini secara demokratis. Artinya, dalam negara demokrasi semua orang mempunyai hak untuk bersuara, lantas mereka ini memanfaatkan sistem tersebut untuk menyerukan dan menyebarkan paham khilafah ala londoniyah yang sudah jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Sebagai masyarakat yang baik, hendaknya kita tidak menganggap remeh akan gerakan radikal dan manuver-manuver kelompok teroris yang seiring berjalannya zaman makin berkembang dengan pola pergerakannya yang sulit dibaca, dan akan sulit pula untuk mengantisipasinya.

Orang yang berpaham radikalisme biasanya memiliki keyakinan yang kuat akan program yang dijalankannya, tak heran jika mereka menggunakan cara kekerasan dan perusakan. Seperti sweeping warung makan dengan merusaknya yang buka pada saat bulan puasa. Tentu hal ini merupakan salah satu dari pelanggaran hak asasi manusia. Karena seharusnya mereka sadar, bahwa tidak semua orang itu berpuasa, seperti musafir, ibu hamil, dan non muslim.