Skip to main content

Pengertian Motivasi dan Teori Motivasi

Daftar Isi [ Tampil ]

PENDAHULUAN

Salah satunya factor yang memengaruhi prestasi pelajar ialah motivasi. Adanya motivasi, pelajar akan belajar lebih keras, ulet, telaten dan mempunyai fokus penuh pada proses belajar evaluasi. Dorongan motivasi dalam belajar sebagai salah satu perihal yang penting dibangkitkan dalam usaha evaluasi di sekolah. Apa itu motivasi dan teori motivasi ?

PENGERTIAN MOTIVASI

Istilah Motivasi, seperti kata emosi, berawal dari bahasa latin, yang bermakna "bergerak". Pengetahuan psikilogi sudah pasti mempelajari motivasi, targetnya ialah mendalami pemicu atau argumen yang membuat kita melakukan apa yang kita kerjakan. Untuk beberapa psikiater, motivasi mengarah dalam satu proses pada diri manusia / hewan yang mengakibatkan organisme itu bergerak ke satu arah, atau bergerak menjauhi keadaan yang tidak membahagiakan.

Sepanjang beberapa decade, riset penelitian berkenaan motivasi dikuasai oleh riset penelitian yang mempelajari dorongan biologis, seperti dorongan-dorongan untuk memperoleh minuman & makanan, melakukan hubungan seks, menjadi unik, dan untuk menghindari temperatur yang dianggap tidak membahagiakan, atau merasa sakit.

Pada proses belajar, motivasi benar-benar dibutuhkan karena seorang yang tidak memiliki motivasi dalam belajar, tidak mungkin akan melakukan rutinitas belajar. Ini sebagai penanda jika suatu hal yang akan ditangani itu tidak menyentuh keperluannya. Karena itu motivasi ekstrinsik dibutuhkan jika motivasi intrinsic tidak ada pada diri seorang sebagai subyek belajar.

Baca juga: Pentingnya Belajar bagi Kehidupan Manusia

Banyak pakar yang telah menyampaikan pemahaman motivasi dengan bermacam pemikiran mereka masing-masing berbeda akan tetapi pokoknya sama, yaitu sebagai satu penggerak yang mengganti energi dalam diri seorang di dalam wujud rutinitas riil untuk capai arah tertentu.

  1. Mc. Donal menjelaskan, Motivasi ialah satu pengubahan energi dalam individu seorang yang diikuti dengan munculnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk capai arah.
  2. Menurut Oemar Hamalik (dalam Dalyono, 2002) pengubahan energy dalam diri seorang itu berupa satu rutinitas riil berbentuk aktivitas fisik. Karena seorang memiliki arah tertentu dari rutinitasnya, karena itu seorang memiliki motivasi yang kuat untuk meraihnya dengan semua usaha yang bisa ia kerjakan untuk meraihnya.

TEORI MOTIVASI

1. Teori Psikoanalisis

Sebagai sistem untuk tangani masalah psikis, sebagai teori mengenai Motivasi manusia. Misalnya:

a. Dorongan Perasaan

Ferud yaitu jika semua sikap berasal dari 2 barisan perasaan yang berlawanan: perasaan kehidupan, yang tingkatkan hidup dan perkembangan seorang, dan perasaan kematian, yang menggerakkan pribadi mengarah keruntuhan. Energi perasaan kehidupan ialah libido, yang khususnya sekitar antara aktivitas seksual. Perasaan kematian bisa ditujukan di dalam diri, berbentuk bunuh diri atau sikap menghancurkan diri lainnya, atau keluar diri, berbentuk invasi pada seseorang. Oleh karenanya freud percaya jika sesk dan invasi sebagai dua pola landasan perilaku manusia.

b. Sikap yang bisa mengutarakan ada pola tidak sadar

Walau beberapa penulis dan beberapa ahli filsfat sudah lama mengaku ada kendalian tidak sadar pada perilaku manusia, Freud sebagai orang pertama yang menyimpan perhatian pada peran penting pola tidak sadar dalam perilaku manusia.

2. Teori belajar social

Sebagai Teori yang mengutamakan hubungan di antara sikap dan lingkungan, yang memfokuskan diri pada skema perilaku yang ditingkatkan pribadi untuk kuasai lingkungan dan bukan pada dorongan perasaanah. Misalnya:

a. Belajar dari pihak lain

Vicariouslearning teori belajar social mengutamakan arti penting belajar dari pihak lain, atau belajar lewat pengamatan. Beberapa skema perilaku didalami lewat penilaian pada pprilaku seseorang dan pengamatan pada karena yang ditimbulkannya.

b. Penataan diri ( SelfRegulation )

Penekannan lain dari teori belajar sosial ialah arti penting proses penataan diri. Satu perilaku tertentu memunculkan karena external, tapi memunculkan reaksi penilaian diri.

Baca juga: Macam-macam Motivasi (Intrinsik dan Ekstrinsik)

Rujukan:

Islamuddin, Haryu. 2012. "Psikologi Pendidikan". (Yogyakarta: Pustaka Pelajar)

Wade, Carol dan CaroleTavris. 2007. "Psychology (Terjemah Indonesia)". (Jakarta: Erlangga)