Skip to main content

Pengertian Pendidikan dan Fungsi Pendidikan

Daftar Isi [ Tampil ]

Pengertian pendidikan dan fungsi pendidikan - Pendidikan adalah satu proses yang meliputi tiga dimensi, pribadi, warga atau komune nasional dari pribadi itu, dan semua kandungan realita, baik material atau religius yang mainkan peran dalam tentukan karakter, nasib, wujud manusia atau warga.

Pendidikan lebih dari sekadar edukasi, yang bisa disebutkan sebagai satu proses transfer pengetahuan, alih bentuk nilai, dan pembangunan personalitas dengan semua faktor yang dicakupnya. Dengan begitu edukasi lebih fokus pada pembangunan specialist atau sektor bidang tertentu, karena itu perhatian dan ketertarikannya lebih memiliki sifat tehnis.

Pendidikan sebagai satu proses yang dibutuhkan untuk memperoleh keseimbangan dan kesempurnaan dalam perubahan pribadi atau warga. Penekanan pendidikan dibandingkan dengan edukasi berada pada pembangunan kesadaran dan personalitas pribadi atau warga dari sisi transfer pengetahuan dan ketrampilan.

Dengan proses seperti ini satu bangsa atau negara bisa mewarisi nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, pertimbangan dan ketrampilan ke angkatan selanjutnya, hingga mereka benar-benar siap menyambut hari esok kehidupan  bangsa yang lebih ceria.

Pendidikan sebuah aktivitas yang mempunyai tujuan tertentu yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan yang dipunyai manusia baik sebagai manusia atau sebagai warga dengan seutuhnya.

Pengertian Pendidikan

Pendidikan dengan bahasa Yunani berawal dari kata padegogik yakni pengetahuan membimbing anak. Orang Romawi menyaksikan pendidikan sebagai educare, yakni membangkitkan kemampuan terpendam dan membimbing, perlakuan mewujudkan kekuatan anak yang dibawa waktu dilahirkan ke dunia. Bangsa Jerman menyaksikan pendidikan sebagai Erziehung yang sama dengan educare, yaitu: menghidupkan kemampuan terkubur / aktifkan kemampuan / kekuatan anak.

Dengan bahasa Jawa, pendidikan bermakna panggula wentah (pemrosesan), memproses, mengganti mental, memperdalam hati, pemikiran, tekad dan karakter, mengganti personalitas si anak.

Dalam KBBI pendidikan berawal dari kata awal didik (mendidik), yakni : memiara & memberikan latihan (tuntunan, pimpinan) berkenaan adab dan kepandaian pemikiran.

Sedang pendidikan memiliki pemahaman : proses perubahan sikap dan tata laris seorang atau barisan orang dalam usaha mendewasakan manusia lewat usaha edukasi dan latihan,

proses tindakan, langkah mendidik. Ki Hajar Dewantara mendefinisikan pendidikan sebagai daya usaha untuk memajukan budi pekerti, pemikiran & jasmani anak, agar memajukan kesempurnaan hidup yakni hidup dan hidupkan anak yang sesuai dengan alam dan penduduknya.

Dari pengertian pendidikan dan riset yang ada, karena itu dapat diambil kesimpulan jika pendidikan ialah usaha membimbing anak semenjak lahir untuk capai kedewasaan rohani dan jasmani, dalam hubungan alam dan lingkungannya.

Fungsi Pendidikan

Setelah kita tau pengertian pendidikan, selanjutnya ialah fungsi pendidikan. Dalam pendidikan ada dua poin utama yakni faktor kognitif (memikir) dan faktor afektif (berasa). Sebagai contoh, saat kita pelajari suatu hal karena itu didalamnya bukan saja proses memikir yang mengambil sisi tetapi juga ada beberapa unsur yang terkait dengan hati seperti semangat, senang dan sebagainya.

Intisari pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara ialah melepaskan manusia dan menurut Drikarya ialah memanusiakan manusia. Ini memberikan jika beberapa ahli juga memandang bahwa pendidikan tidak cuma hanya memerhatikan faktor kognitif saja tetapi lingkupnya agar lebih luas.

Lebih filosofis Muhammad Natsir dalam tulisan "Idiologi Pendidikan Islam" mengatakan : "Yang diberi nama pendidikan, adalah satu pimpinan jasmani dan ruhani ke arah kesempurnaan dan kelengkapan makna kemanusiaan dengan makna sebenarnya.

Baca juga: Komponen-komponen dalam Pendidikan

Menurut Abdur Rahman an Nahlawi mengenai ide Tarbiyah (pendidikan) dalam empat elemen :

  1. Memiara perkembangan fitrah manusia.
  2. Arahkan perubahan fitrah manusia ke arah kesempurnaan.
  3. Meningkatkan kekuatan insani (sumber daya manusia) untuk capai kualitas tertentu.
  4. Melakukan usaha-usaha itu secara setahap sesuai irama perubahan anak.

Dari pengkajian antropologi dan sosiologi secara sepintas bisa kita kenali ada tiga peranan pendidikan :

  1. Meningkatkan wacana subyek didik berkenaan dianya dan alam sekelilingnya, hingga dengannya akan muncul kekuatan membaca (riset), akan meningkatkan kreasi dan keproduktifan.
  2. Melestarikan nilai-nilai insani yang akan membimbing jalan hidupnya hingga kehadirannya, baik secara individu atau social lebih berarti.
  3. Buka pintu ilmu pengetahuan dan keterampilan yang paling berguna untuk keberlangsungan dan perkembangan hidup untuk pribadi dan social.

Sedang pendidikan nasional bergfungsi meningkatkan kekuatan dan membuat karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rencana mencerdaskan kehidupan bangsa, mempunyai tujuan untuk meningkatkan kekuatan peserta didik supaya jadi manusia yang memiliki iman dan bertakwa ke Tuhan Yang Maha Esa, bermoral mulia, sehat, memiliki ilmu, mahir, inovatif, dan bertanggungjawab.

Profesor Toshiko Kinosita menyampaikan jika SDM Indonesia masih kurang kuat untuk memberikan dukungan perubahan industri dan ekonomi. Pemicunya sebab pemerintahan sejauh ini tak pernah tempatkan pendidikan sebagai fokus paling penting. Tidak ditaruhnya pendidikan sebagai fokus paling penting karena warga Indonesia, dimulai dari yang pemula sampai politikus dan petinggi pemerintahan, cuman fokus memburu uang untuk membuat bertambah diri kita dan tak pernah berpikir panjang.

Opini Guru Besar Kampus Waseda Jepang itu benar-benar memikat buat ditelaah ingat sekarang ini pemerintahan Indonesia mulai melirik pendidikan sebagai investasi periode panjang, sesudah sejauh ini pendidikan terlewatkan. Salah satunya tandanya ialah sudah disepakatinya oleh MPR untuk mengutamakan bujet pendidikan minimum 20 % dari APBN atau APBD. Cara ini sebagai awalnya kesadaran keutamaan pendidikan sebagai investasi periode pangjang. Minimal ada tiga argumen untuk mengutamakan pendidikan sebagai investasi periode panjang.

Pertama, pendidikan ialah alat untuk perubahan ekonomi dan untuk memajukan dunia tehnologi. Pada praksis management pendidikan kekinian, satu dari lima peranan pendidikan ialah peranan teknis-teknologis baik pada tataran individu sampai tataran global. Peranan teknis-teknologis mengarah pada kontributor pendidikan untuk perubahan tehnologi misalkan pendidikan bisa menolong pelajar untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk hidup & bersaing dalam ekonomi yang bersaing.

Pada umumnya bisa dibuktikan jika makin berpendidikan seorang karena itu tingkat penghasilannya makin baik. Ini bisa saja karena orang yang berpendidikan lebih produktif jika dibanding sama yang tidak berpendidikan. Keproduktifan seorang itu karena dipunyainya ketrampilan tehnis yang didapat dari pendidikan.

Karena itu salah satunya tujuan yang perlu diraih oleh pendidikan ialah meningkatkan ketrampilan hidup. Berikut sesungguhnya arah kurikulum berbasiskan kapabilitas, pendidikan life kemampuan dan broad based education yang ditingkatkan di Indonesia belakangan ini. Di Amerika Serikat (1992) seorang yang berpendidikan doktor pendapatan rerata /tahun sejumlah 55 juta dollar, master 40 juta dollar, dan sarjana 33 juta dollar.

Saat itu alumnus pendidikan kelanjutan cuman berpenghasilan rata-rata 19 juta dollar /tahun. Di tahun yang serupa susunan ini terjadi di Indonesia. Misalkan rerata, di antara perdesaan dan perkotaan, penghasilan /tahun alumnus kampus 3,5 juta rupiah, sekolah tinggi 3 juta rupiah, SLTA 1,9 juta rupiah, dan SD cuman 1,1 juta rupiah.

Beberapa pengikut teori human capital memiliki pendapat jika pendidikan sebagai investasi SDM yang memberikan faedah moneter atau non-moneter. Faedah nonmeneter dari pendidikan ialah didapatnya keadaan kerja yang lebih bagus, kepuasan kerja, efektivitas konsumsi, kepuasan nikmati periode pensiun dan faedah hidup yang semakin lama karena kenaikan nutrisi dan kesehatan. Faedah moneter ialah faedah ekonomis yakni berbentuk tambahan penghasilan seorang yang sudah menuntaskan tingkat pendidikan tertentu dibanding dengan penghasilan alumnus pendidikan di bawahnya.

Baca juga: Aliran-aliran dalam Pendidikan

Peranan pendidikan mengarah pada bantuan pendidikan pada perubahan & perawatan pendidikan di tingkat sosial yang lain. Di tingkat individu pendidikan menolong pelajar belajar dan menolong guru langkah mengajarkan. Orang yang berpendidikan diinginkan mempunyai kesadaran untuk belajar sejauh hayat (life long learning), selalu berasa ketinggal info, ilmu pengetahuan dan tehnologi hingga terus tergerak untuk berkembang & terus belajar.

Itulah pengertian pendidikan dan fungsi pendidikan. Jika ada kesalahan dalam penulisan atau keterangan dengan senang hati penulis menerima kritikan yang membangun ke arah yang lebih baik lagi. Silahkan tulis saja dikomentar atau bisa juga melalui email.

Rujukan: Nurkholis. 2013. "Pendidikan dalam Upaya Memajukan Teknologi". Jurnal Kependidikan, Vol. 1 No. 1