Skip to main content

Dua Tipe Argumen yang Baik (Argumen Deduktif dan Argumen Induktif)

Daftar Isi [ Tampil ]
Tipe Argumen yang Baik

Ketrampilan berpikir kritis harus bisa menciptakan argumen yang baik. Beberapa pakar nalar mengetahui dua tipe argumen yang baik, yakni argumen deduktif dan argumen induktif.

Argumen Deduktif

Tipe pertama dari argumen yang baik, yakni argumen deduktif yang baik, disebutkan "benar," yang bermakna mustahil untuk premis untuk menjadi betul dan kesimpulan salah. Ambil argumen ini mengenai salah satunya mantan pelajar kami.

Contohnya: Premis: Josh Fulcher tinggal di Alaska. Kesimpulan: Oleh sebab itu, Josh Fulcher tinggal di AS. Ini merupakan argumen yang benar sebab Josh Fulcher mustahil tinggal di Alaska dan tidak tinggal di AS.

Contoh lainnya: Premis: Josh Fulcher lebih pendek dari istrinya, dan istrinya lebih pendek dari putranya. Kesimpulan: Oleh sebab itu, Josh Fulcher lebih pendek dari putranya. Ini pun adalah argumen yang benar, sebab mustahil premis itu betul dan kesimpulannya salah. Untuk memposisikan semuanya secara berlainan, premis argumen deduktif yang baik, dengan anggapan mereka betul, menunjukkan atau memperlihatkan kesimpulan.

Argumen Induktif

Dasar dari tipe argumen lain yang baik, adalah argumen induktif yang baik, dimulai dari bukti-bukti ke arah kesimpulan. Ke-2 nya sama-sama memberikan dukungan. Hal ini bermakna kalau, dengan asumsi ke-2 nya betul, karena itu ke-2 nya bermakna meningkatkan kemungkinan sehingga kesimpulannya betul.

Contohnya: Premis: Fulcher tinggal di Alaska. Kesimpulan: Oleh sebab itu, dia memakai obat nyamuk. Fulcher yang tinggal di Alaska membuatnya lebih memungkinkan kalau Fulcher memakai obat nyamuk.

Contoh lainnya: Premis: Beberapa orang yang tinggal di Butte City telah menggunakan beberapa waktu di bawah cahaya matahari. Kesimpulan: Oleh sebab itu, salon penyamakan tak kan sukses di situ. Premis dari argumen ini (dengan anggapan itu betul) meningkatkan kemungkinan kalau kesimpulannya betul; dengan begitu memberikan dukungan kesimpulan. Lebih memberikan dukungan premis argumen memberikan kesimpulan, lebih kuat argumen yang disebutkan.

Baca juga: Panduan Menulis Esai Argumentatif

Demikianlah dua tipe argumen yang baik, yakni argumen deduktif dan argumen induktif. Untuk lebih memperdalam lagi keilmuan kita, silakan Anda cari referensi lainnya.

Sumber: Zakiah, Linda dan Ika Lestari. 2019. "Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran". Bogor: Erzatama Karya Abadi.