Skip to main content

✔ Lingkungan Pendidikan: Pengertian, Fungsi, Jenis dan peranannya dalam Pendidikan

Daftar Isi [ Tampil ]

Seseorang dalam kehidupannya pasti memperoleh dampak dari keluarga, sekolah dan masyarakat luas. Ke-3 lingkungan itu kerap disebutkan dengan Tri pusat pendidikan. Wawasan keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai lingkungan pendidikan sangat penting dalam usaha untuk membantu perubahan seseorang secara maksimal. Karena pada hakekatnya peran ke-3 pusat pendidikan itu selalu bersama-sama memengaruhi manusia, walau dengan bobot dampak yang beragam sepanjang hidup manusia. Dan dengan begitu seseorang harus memahami akan bermacam jenis lingkungan pendidikan agar bisa menyesuaikan dengan sesama dan tanpa terbujuk akan efek negatifnya.

Pengertian Lingkungan Pendidikan

Lingkungan ialah semua keadaan dan alam sekitar yang memengaruhi perilaku, perkembangan, perubahan hidup manusia. Lingkungan ini meliputi semua material dan stimulus di dalam diri atau di luar diri manusia, baik memiliki sifat fisiologis, psikis, atau sosial kultural.

Pengertian lingkungan secara harfiah ialah segala hal yang mengelilingi kehidupan, baik berbentuk fisik seperti alam jagat raya dengan semua isinya, atau berbentuk non-fisik, seperti situasi kehidupan beragama, nilai-nilai dan tradisi yang berjalan di masyarakat, ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang, dan tehnologi.

Dalam makna yang luas lingkungan meliputi cuaca dan geografis, rumah, tradisi, pengetahuan, pendidikan dan alam. Dalam kata lain lingkungan adalah segala hal yang terlihat dan ada dalam alam kehidupan yang selalu berkembang. Dia ialah semua yang ada, baik manusia atau benda hasil produksi manusia, atau alam yang bergerak, peristiwa-peristiwa atau beberapa hal yang memiliki jalinan dengan seseorang.

Dari beberapa pengertian di atas bisa diambil kesimpulan jika lingkungan mencakup semua keadaan fisiologis manusia, misalnya: nutrisi, syaraf, peredaran darah, pernapasan, dan sebagainya, keadaan psikis manusia, meliputi seluruh stimulus yang diterima manusia sejak dalam periode pranatal, kelahiran, sampai mati, keadaan sosial kultural mencakup hubungan dan keadaan yang memiliki sifat sosial, tradisi, dan keadaan alam sekelilingnya. Pendidikan ialah usaha pembinaan, pembentukan, pembimbingan, pencerdasan, training yang diperuntukkan ke semua peserta didik secara formal, informal atau non formal.

Baca juga: Komponen-komponen Pendidikan

Dalam UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada ketentuan umum, dijelaskan jika pendidikan ialah upaya sadar dan terkonsep untuk merealisasikan situasi belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik secara aktif meningkatkan kemampuan dirinya untuk mempunyai kekuatan religius keagamaan, pengontrolan diri, personalitas, kepandaian, adab mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Fungsi dan Tujuan Lingkungan Pendidikan

Manusia mempunyai beberapa potensi yang bisa ditingkatkan lewat pendidikan dan pengalaman. Pendidikan dan pengalaman itu muncul karena hubungan manusia dengan lingkungannya, terutama pada tiga lingkungan pokok pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Fungsi pendidikan ialah menolong peserta didik dalam berinteraksi dengan bermacam lingkungan sekelilingnya (fisik, sosial dan budaya), khusus bermacam sumber daya pendidikan yang ada, agar diraih tujuan pendidikan yang maksimal. Karena itu proses pendidikan harus memiliki fungsi untuk mendidik perilaku umum dan untuk mempersiapkan pribadi untuk peranan-peranan tertentu.

Berkenaan dengan fungsi ini pendidikan bekerja untuk mengajarkan bermacam jenis pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam rencana menyiapkan anak untuk beberapa pekerjaan tertentu.

Baca juga: Beberapa Fungsi Pendidikan (Educational Function)

Fungsi dan tugas pendidikan sebagai alat untuk mengembangkan kepribadian, kemanusiaan manusia, mengembangkan berbagai potensi kemanusiaan, mengembangkan berbagai keterampilan hidup, mempersiapkan anak untuk dapat melaksanakan tugas hidup dan memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya sendiri, mengantarkan anak pada kehidupan yang baik. Kehidupan masa depan anak pada masyarakat tradisional umum tidak jauh berbeda dengan kehidupan orang tuanya tetapi pada masyarakat modern di mana memerlukan spesialisasi, maka pendidikan yang semula menjadi tanggung jawab keluarga itu kini sebagian besar diambil alih oleh sekolah dan lembaga-lembaga sosial lainnya.

Jenis Lingkungan Pendidikan

Secara garis besarnya lingkungan pendidikan dibagi ke dalam 3 bagian oleh Ki Hajar Dewantara yang disebut sebagai Tri Pusat Pendidikan, yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat.

1. Lingkungan Keluarga

Keluarga sebagai lingkungan pertama untuk anak, di lingkungan pertama, anak memperoleh dampak sadar. Karenanya keluarga memperoleh kelompok primer yang terbagi dalam beberapa keluarga kecil sebab jalinan sedarah yang memiliki sifat informal dan kodrati dan menjadi instansi pendidikan paling tua. Anak dalam menjalani kehidupan di lingkungan keluarga umumnya menghadapi hambatan2 sebagai berikut ini:

  • Anak kurang memperoleh perhatian dan kasih sayang orang tua.
  • Sosok orang tua yang tidak sanggup memberi keteladanan untuk anak.

2. Lingkungan Sekolah

Pendidikan di sekolah meliputi pendidikan umum dalam menyiapkan peserta didik menguasai kemampuan dasar untuk melanjutkan pendidikan atau masuk lapangan pekerjaan. Di samping itu sekolah sebagai pendidikan lembaga formal menerima peranan pendidikan berdasar pada azas tanggung jawab.

3. Lingkungan Masyarakat

Pendidikan dalam lingkungan masyarakat nampaknya sudah semakin maju dibanding dengan pendidikan keluarga dan sekolah karena masyarakat adalah lingkungan pendidikan yang besar pengaruhnya pada perubahan individu. Dalam menjalani pendidikan di lingkungan masyarakat umumnya akan mengalami kesulitan-kesulitan sebagai berikut ini:

  1. Lingkungan fisik dan non fisik yang kurang menguntungkan. Sehingga lingkungan yang demikian dapat banyak menghalangi anak dalam belajar.
  2. Tugas yang diberi instansi begitu berat/banyak. Hingga anak tidak dapat menuntaskan tugas itu secara baik.

Peranan dalam Lingkungan Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan peran penting demi tercapainya visi mulia dari pendidikan itu sendiri. Lebih lanjutnya bisa dirinci sebagai berikut. 

1. Peran Keluarga

Pendidikan ialah tanggung jawab bersama di antara keluarga, sekolah, masyarakat atau pemerintahan. Sekolah sebagai pembentuk lanjutan pendidikan dalam keluarga, karena pendidikan yang pertama dan utama didapat anak ialah dalam keluarga. Peranan orang tua dalam merealisasikan kepribadian anak di antaranya:

  1. Ke-2 orang tua harus mencintai dan mengasihi anak-anaknya.
  2. Ke-2 orang tua harus menjaga ketenangan lingkungan rumah dan mempersiapkan ketenangan jiwa anak-anak.
  3. Sama-sama menghargai di antara kedua orang tua dan anak-anak.
  4. Merealisasikan kepercayaan.
  5. Melangsungkan kumpulan dan rapat keluarga (kedua orang tua dan anak).

2. Peran Sekolah

Lingkungan sekolah secara keseluruhan sebagai satu mekanisme yang terbagi dalam beberapa faktor dan aspek terpenting yang bisa dideteksi sebagai budaya sekolah, peraturan dan politik sekolah, dan kurikulum formal dan bidang study. Satu dari factor ini kemungkinan menjadi konsentrasi dari reformasi sekolah sebelumnya, tetapi pengubahan itu harus pas pada masing-masing faktor dalam membantu membuat dan memberikan dukungan lingkungan sekolah multi budaya yang efisien. Beberapa contoh sikap yang bisa diaplikasikan di sekolah:

  1. Melatih pelajar berbudaya salam, sapa dan senyum.
  2. Tiba di sekolah mengucapkan salam sekalian salaman dan cium tangan guru.
  3. Menyapa rekan, satpam, penjual di kantin atau cleaning service di sekolah.
  4. Menyapa dengan santun tamu yang tiba ke sekolah.
  5. Melatih pelajar berbicara dalam bahasa yang bagus dan sopan.
  6. Mendidik pelajar duduk dengan santun dikelas.
  7. Mendidik pelajar makan sambil duduk di lokasi yang sudah disiapkan, tidak sembari jalan-jalan.
  8. Menuntun dan melatih pelajar shalat Dhuha dan shalat Dzuhur berjamaah di sekolah.

3. Peran Masyarakat

Masyarakat juga mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dalam usaha pembentukan karakter anak negeri. Dalam masalah ini yang diartikan dengan masyarakat di sini yaitu orang yang lebih tua yang "tidak dekat", "tidak dikenali" "tidak mempunyai ikatan kerabat" dengan anak tapi saat itu berada di lingkungan si anak atau menyaksikan perilaku si anak. Orang-orang inilah yang bisa memberi contoh, mengajak, atau melarang anak dalam melaksanakan suatu tindakan.

Adapun peran masyarakat dalam lingkungan pendidikan adalah:

  1. Masyarakat sebagai pengawas pendidikan supaya sekolah terus membantu dan memberikan dukungan cita-cita dan keperluan masyarakat.
  2. Masyarakat berpartisipasi dalam menyiapkan sumber-sumber belajar.
  3. Masyarakat menyediakan sumber belajar yang bisa dihadirkan ke sekolah. Dalam masyarakat, banyak orang-orang yang memiliki ketrampilan khusus. Bermacam jenis karier itu bisa dijadikan sebagai pembicara pada suatu aktivitas seminar dalam upaya memperbanyak wawasan serta pengetahuan peserta didik.
  4. Masyarakat menjadi sumber pelajaran. Peranan masyarakat di sini yaitu memberi bahan pelajaran dalam bentuk aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, dan lain-lain.

Kesimpulan

Lingkungan pendidikan ialah segala hal yang berada di sekitar manusia, baik berbentuk benda mati, makhluk hidup, maupun kejadian-kejadian yang terjadi termasuk keadaan masyarakat khususnya yang bisa memberi dampak kuat pada pribadi. Fungsi pertama lingkungan pendidikan ialah menolong peserta didik dalam berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya baik pendidikan atau bahkan juga menyelimpang darinya. Fungsi kedua lingkungan pendidikan ialah mengajarkan perilaku umum dan untuk menyortir dan menyiapkan peranan-peranan tertentu dalam masyarakat. Sedangkan Jenis lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Sumber:

  • Nata, Abuddin. 2010. "Ilmu Pendidikan Islam". Jakarta: Kencana.
  • Haderani. 2018. "Tinjauan Filosofis Tentang Fungsi Dalam Hidup Manusia". Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 1.
  • Jito, Subianto. 2013. "Peran Keluarga, Sekolah, Dan Masyarakat Dalam Pembentukan Karakter Berkualitas". Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. Vol. 8. No. 2.
  • Kholik, Nur. 2017. "Peranan Sekolah Sebagai Lembaga Pengembangan Pendidikan Multikultural". Jurnal Tawadhu. Vol. 1. No. 2.
  • Nurkholis. 2013. "Pendidikan Dalam Upaya Memajukan Teknologi". Jurnal Pendidikan. Vol. 1 No. 1.
  • Kadir, Abdul. 2012. "Dasar-dasar pendidikan". Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
  • Daradjat, Zakiah. 2009. "Ilmu Pendidikan Islam". Jakarta: Bumi Aksara.