Skip to main content

Panduan Menulis Esai Argumentatif | Simak sampai habis panduan lengkapnya

Daftar Isi [ Tampil ]
Esai Argumentatif

Di dunia kepenulisan, ada beberapa model tulisan yang dapat Anda tulis. Di antaranya yaitu menulis esai. Esai merupakan tulisan yang berisikan realitas dan ditunjang oleh banyak pendapat.

Panduan Menulis Esai Argumentatif

Menulis esai argumentatif mesti ditunjang dengan gaya bahasa yang baik dan benar, tidak model tulisan yang terkenal. Lebih baik gaya bahasa penulisan, maka akan banyak pula orang yang memandang baik karya tulisan yang Anda buat.

Menulis esai argumentatif tentu saja mesti berdasar pada bukti realistis yang ada. Namun pemicunya yaitu argumen yang ada pada diri penulisnya. Berikut ini adalah beberapa panduan menulis esai argumentatif yang lebih rinci, yang mungkin dapat membantu Anda dalam menulis esai argumentatif.

1. Fokus Masalah

Jelaskan sejak awal masalah apa yang ingin Anda atasi dan bagaimana posisi Anda pada masalah tersebut. Anda harus memberi tahu pembaca apa yang diharapkan tanpa menggunakan frase basa basi dan tanpa menguraikan panjang lebar. Namun, Anda harus mencoba menemukan cara yang menarik untuk menyatakan posisi Anda. Misalnya, alih-alih “Dalam esai ini, saya akan membahas hak-hak hewan untuk mewarisi harta dari tuannya,” Anda mungkin mulai, “Bisakah warisan Anda berakhir menjadi milik kucing ibu Anda?”

2. Tetap berpegang pada masalah

Semua poin yang Anda buat dalam esai harus terhubung dengan masalah yang sedang dibahas dan harus selalu:

  1. Mendukung, mengilustrasikan, menjelaskan, mengklarifikasi, menguraikan, atau menekankan posisi Anda tentang masalah tersebut, atau
  2. Berfungsi sebagai tanggapan untuk mengantisipasi keberatan. Singkirkan esai dari hal yang tidak relevan dan pikiran mengambang.

3. Atur komponen esai dalam urutan logis

Ini kaitannya dengan akal sehat. Buat poin sebelum Anda mengklarifikasi misalnya, bukan sebaliknya. Saat mendukung poin Anda, berikan contoh, klarifikasi, dan sejenisnya sedemikian rupa sehingga pembaca tahu apa yang sedang Anda lakukan di dunia. Jika pembaca tidak dapat menguraikan esai Anda dengan mudah, Anda belum menyusun urutan materi Anda dengan benar. Esai Anda mungkin baik-baik saja, tetapi itu tidak akan dianggap sebagai esai argumentatif.

4. Lengkap

Selesaikan apa yang Anda rencanakan agar tercapai, maka mendukung posisi Anda secara memadai, dan antisipasi serta tanggapi kemungkinan keberatan. Ingatlah bahwa banyak masalah terlalu besar untuk diperlakukan secara mendalam pada satu esai. Kunci untuk menjadi lengkap adalah dengan mendefinisikan masalah dengan cukup tajam sehingga Anda bisa menyelesaikannya. Dengan demikian, semakin terbatas topik Anda, semakin mudah untuk menyelesaikannya. Juga, pastikan ada penutupan di setiap level. Kalimat harus lengkap, paragraf harus di satukan sebagai keutuhan (dan biasanya masing-masing harus berpegang pada satu poin), dan esai harus mencapai kesimpulan. Kesimpulan dan meringkas bukanlah hal yang sama. Esai pendek tidak memerlukan ringkasan.

Mengenal Argumentasi, Penalaran, dan Penyimpulan

Kesimpulan yang dihasilkan atau diputuskan harus dapat diuji. Untuk bisa melakukan pengujian dengan baik dan akhirnya sampai pada kebenaran sejati, kegiatan berpikir kritis harus berjalan melalui argumentasi, penalaran, dan penyimpulan (Benyamin Molan: 2019).

1. Argumen

Agar argumen kita menjadi kuat dan tak terbantahkan, maka argumen kita harus didukung oleh data, fakta dan dengan penalaran-penalaran untuk mendukung klaim yang menjadi kesimpulan dari argumentasi kita. Dalam mengemukakan argumen, kita perlu memiliki kemampuan untuk menyusunnya dalam penalaran-penalaran yang masuk akal, logis, dengan premis-premis yang menjadi landasan argumen kita untuk sampai pada klaim dan konklusi.

Baca juga: Dua Tipe Argumen yang Baik

2. Penalaran

Dalam penalaran selalu ada premis dan konklusi. Hubungan keduanya harus jelas, walaupun dalam kehidupan sehari hari tidak mudah untuk melakukan penalaran. Artinya, dari premis lahirlah konklusi. Atau sebaliknya, konklusi harus sejalan dengan premis. Jika tidak konklusi maka menjadi tidak sahih dan seluruh argumentasi menjadi berantakan dan tidak ada artinya.

3. Penyimpulan

Penyimpulan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh penalaran dengan memperhatikan premis dan konklusi dalam sebuah argumentasi. Lalu premis dan konklusi membentuk satu relasi yang sedemikian rupa sehingga konklusi yang ditarik itu memang mendapat dukungan sepenuhnya dari premis untuk menjadi satu kebenaran baru.

Berbagai Model Penyimpulan

Ada berbagai model penyimpulan yaitu, model deduktif, model induktif, model langsung dan tidak langsung.

1. Penyimpulan Deduktif

Penyimpulan yang dilakukan berdasarkan premis-premis berupa kebenaran umum yang kemudian ditarik kesimpulan sebagai kebenaran baru. Dalam penyimpulan deduktif yang benar, kesimpulan atau konklusi selalu valid atau sahih lantaran kesimpulan sebenarnya sudah terkandung dalam premis. Karena itu kebenaran konklusi dalam deduktif sangat bergantung pada kebenaran-kebenaran premis.

2. Penyimpulan Induktif

Penyimpulan induktif adalah model penyimpulan yang dilakukan berdasarkan premis-premis berupa kebenaran individual kemudian ditarik kesimpulan sebagai kebenaran baru dengan cara analogi atau generalisasi.

3. Penyimpulan Langsung

Penyimpulan langsung adalah penyimpulan yang hanya menggunakan satu proposisi saja sebagai premis. Dari satu proposisi inilah bisa ditarik kesimpulan.

4. Penyimpulan Tidak Langsung

Kebalikan dari penyimpulan langsung, penyimpulan tidak langsung dilakukan dari premis yang proposisinya lebih dari satu.

Itulah beberapa panduan menulis esai argumentatif. Sekarang cobalah untuk mempraktekkannya dengan baik dan benar sesuai dengan panduan di atas, lalu lihat hasil yang Anda dapatkan. Dan untuk lebih memperdalam lagi mengenai menulis esai argumentatif yang baik dan benar. Anda dapat mencari dan membaca banyak referensi bukan hanya dari artikel ini saja. Semoga bermanfaat.

Sumber: Zakiah, Linda dan Ika Lestari. 2019. "Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran". Bogor: Erzatama Karya Abadi.