Skip to main content

Pengertian Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Daftar Isi [ Tampil ]
Higher Order Thinking Skills (HOTS)

Peningkatan evaluasi yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah program yang ditingkatkan sebagai upaya Kemendikbud lewat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) sebagai usaha dalam peningkatan kualitas evaluasi dan meningkatkan kualitas lulusan. Program ini ditingkatkan mengikuti arah kebijakan Kemendikbud di tahun 2018 yang sudah terintegrasi Pengukuhan Pendidikan Karakter dan pembelajaran berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher OrderThinking Skill (HOTS).

Apa itu Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi ? Mungkin itu yang saat ini sedang menjadi pertanyaan besar Anda. Oleh karena itulah artikel ini dibuat, berikut penjalasannya.

Menurut Brookhart (2010), pengertian Higher Order Thinking Skills atau berpikir tingkat tinggi bisa dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yakni:

1. Higher Order Thinking Skills sebagai Transfer (HOTS as Transfer)

Brookhart mengambil ringkasan dari Anderson dan Krathwohl (2001) bahwa belajar untuk transfer adalah evaluasi yang berarti proses mendalami suatu hal yang bakal diaplikasikan oleh pelajar pada kondisi nyata. Diaplikasikan artinya pelajar mampu memakai, mentransfer, dan menjelajahi pengetahuan yang mereka peroleh untuk keadaan baru.

Proses belajar berarti tidak hanya menghafal konsep-konsep atau namun juga merangkum aktivitas mengaitkan konsep-konsep agar bisa menghasilkan pengetahuan yang utuh. Dengan demikian, prinsip yang didalami bisa dimengerti secara baik dan tidak mudah dilalaikan. Hal ini bisa disebutkan kalau Higher Order Thinking Skills (HOTS) sebagai transfer bisa di artikan sebagai ketrampilan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan ketrampilan yang telah ditingkatkan dalam evaluasi pada kondisi yang baru.

2. Higher Order Thinking Skills sebagai berpikir kritis (HOTS as critical thingking)

Higher Order Thinking Skills sebagai berpikir kritis diartikan sebagai ketrampilan memberi penilaian yang arif dan mengkritik suatu hal memakai argumen rasional dan ilmiah. Tujuan evaluasi, di antaranya ialah membuat pelajar sanggup mengutarakan argumentasi, melakukan refleksi, dan membuat keputusan yang tepat.

Keterampilan berpikir kritis sangat perlu untuk pelajar, karena oleh ketrampilan ini pelajar sanggup berlaku logis dan memutuskan alternatif pilihan yang terbaik untuk dirinya. Pelajar yang mempunyai ketrampilan ini akan menanyakan pada diri sendiri dalam menghadapi masalah untuk menentukan yang terbaik untuk dirinya.

3. Higher Order Thinking Skills sebagai pemecahan masalah (HOTS as problem solving)

Higher Order Thinking Skills sebagai pemecahan masalah diartikan sebagai ketrampilan mengenali permasalahan dan menuntaskan permasalahan memakai taktik yang non automatic. Dengan kemampuan ini, maka pelajar akan sanggup menuntaskan persoalan mereka sendiri dan bekerja lebih efisien lagi.

Kategori berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) sebagai kegiatan pemecahan masalah diterangkan dalam dua keterangan, yakni:

  • Seorang pelajar akan mengalami permasalahan saat dia akan mencapai tujuan evaluasi sebab dia tidak secara automatis mengetahui langkah atau jalan keluarnya. Masalahnya ialah bagaimana mencapai arah yang diharapkannya. Karena dia tidak secara automatis mengetahui, sehingga dia harus memakai salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Ketrampilan yang dimaksud ialah ketrampilan untuk memecahkan permasalahan.
  • Saat menelusuri hal baru, maka perlu mengingat informasi, belajar dengan pemahaman, menilai gagasan secara kritis, merangkum alternative inovatif, dan berbicara secara efisien, model penyelesaian permasalahan bisa diaplikasikan untuk tiap-tiap permasalahan ini. Hal tersebutlah yang membantu pelajar untuk terus belajar dan berdikari.

Demikianlah pengertian Higher Order Thinking Skill (HOTS) atau berpikir tingkat tinggi. Semoga penjelasan di atas dapat menjawab apa yang Anda pertanyakan dan dapat membawa manfaat bagi kita semua.

Rujukan: Zakiah, Linda dan Ika Lestari. 2019. "Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran". Bogor: Erzatama Karya Abadi (Anggota IKAPI).