Skip to main content

Santri Batang VS Santri Pekalongan | DIJAMIN TIDAK LUNTUR !!!

Daftar Isi [ Tampil ]
DIJAMIN TIDAK LUNTUR !!!

Umumnya santri yang baru boyongan dari Pondok tidak memiliki keahlian kerja, karena di Pesantren hanya dididik dan diajari mengaji. Namun, bukan masalah bingung ataupun terjerat perekonomian, sebagai seorang santri harus memiliki tolak ukur masyarakat dalam radius kewajaran manusia. Begitu juga yang dialami santri asal Pekalongan, sebut saja Baskara Nawang Abyasa.

Melihat kota kelahirannya sudah harum dalam dunia seni batik sebelum ia dilahirkan, ia pun nekat nyemplung dalam bisnis tersebut. Tentu saja dengan modal minim dan kreatifitas seadanya. Toko dipinggir pantura itu ia namai "Batik Toko NdeTe Santri" ndete dalam istilah santri Leteh-Rembang berarti ikut makan tapi tak mau modal, dalam artian ia masih meminjam alat-alat batik saudaranya yang tokonya sudah terkenal. Kenapa gak nimbrung aja ditoko saudaranya? Karena santri tidak memiliki jiwa buruh.

Harga yang ia tawarkan pun murah-meriah, sangat bersahabat dengan jiwa-jiwa misquen yang ingin tampil kece dengan modal yang seadanya, belum lagi terpampang tulisan besar dalam tokonya "DIJAMIN TIDAK LUNTUR", yang menambah gairah para pembeli untuk memborongnya.

Singkat cerita tertariklah pemborong asal Batang, sebut saja pak Akhmad Niezar . Tak tanggung-tanggung, ia membawa col glutung/col tepak dan dipenuhilah dengan kain batik yang siap pakai.

Saat menuju kediaman, tanpa diundang tak disangka-sangka turun hujan yang sangat deras nan lebat, bahkan banjir. Ia tak ingin menutup bak belakang colnya itu, sebab ia rasa kondisi ini merupakan momen yang tepat untuk menguji kualitas sarung batik yang baru dibelinya. 

Namun nahas, roda empatnya mogok memaksa pak Niezar untuk turun. Saat pertama kali menginjakkan kakinya ia keheranan, kok airnya warna warni macam pelangi ya ? Spontan ia melihat kebelakang, betapa terkejutnya ia merasa telah dibodohi. Dengan wajah muram ia melangkah cepat kembali ke dalam mobil, mengambil Handphone yang terselempit disela-sela saku yang ada kemudian menghubungi pak Baskara Nawang Absaya.

Kurang ajar !!! Main tipu-tipu kau !!! Ini batik semuanya luntur, katamu DIJAMIN TIDAK LUNTUR !!! Pokoknya ganti rugi !!! Protes Pak Niezar tanpa didahului salam.

Siapa yang bilang begitu pak ? Jawab Pak Baskara Nawang Abyasa.

Lah tadi di dalam toko ada tulisannya begitu !!! Kata Pak Niezar.

Saya kan santri pak, kebiasaan saya baca kitab kuning, semuanya bahasa arab dan sejak mondok saya nggak pernah baca latin lagi pak. Saking seringnya saya kalo baca apa pun diawali dari kanan ke kiri bukan dari kiri ke kanan, jadi yang bener itu bacanya LUNTUR TIDAK DIJAMIN !!!. Jawab Pak Baskara Nawang Abyasa dengan wajah polosnya.

THE END

Ini hanya isapan jempolku belaka, realitanya nggak gitu lah, yang cantik yang ganteng monggo sarung batiknya .... Japri aja biar mesra 😂

By Chatibul Umam

Baca juga: Kisah Lucu Abu Nawas; Berak di atas Tempat Tidur