Skip to main content

TANTANGAN DALAM MELESTARIKAN AJARAN AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH

Daftar Isi [ Tampil ]

Tantangan dalam Melestarikan Ajaran Ahlussunnah wal-Jama'ah - Agunan pengamanan Allah pada Agama Islam sampai hari kiamat, bukan bermakna selanjutnya umat Islam tidak harus berusaha mempertahankannya. Rasulullah SAW saja harus berusaha untuk menjaga Agama Islam ini dari gempuran beberapa orang kafir.

Peperangan di antara umat Islam dan beberapa orang kafir masih berjalan hingga saat ini. Peperangan itu meliputi perang fisik dan perang non fisik. Peperangan fisik dengan kerahkan tenaga dan senjata seperti terjadi di Palestina. Sedang peperangan non fisik meliputi perang ideologi, politik, dan kebudayaan (Ghoswah Al-Fikr).

Ilmu dan pengetahuan sebagai salah satunya senjata untuk golongan kafir untuk menghilangkan tuntunan Islam. Di bawah ini upaya-upaya golongan kafir dalam menghilangkan tuntunan Islam lewat ilmu dan pengetahuan:

  1. Mengaburkan al-hadits, yang dengan diawali memikirkan suatu hal yang patut disangsikan, misalnya: menyangsikan kekuatan Abu Hurairah meriwayatkan banyak hadits dan menyangsikan kekuatan Az-Zuhri dalam kumpulkan hadits yang berantakan. Bila kebimbangan pada hadits telah tertancap, karena itu ditanamkanlah kebimbangan pada al-Qur'an.
  2. Menyarankan pemakaian akal yang sebebas-bebasnya karena Islam juga menghargakan akal dan pemikiran. Mereka tumbuhkan opini jika akal manusia cukup buat mengendalikan segalagalanya. Target pada akhirnya ialah supaya umat Islam lebih tampilkan akalnya dan tidak pedulikan agamanya. Jika target ini telah terwujud, karena itu dengan gampang mereka akan memompa otak golongan muslimin dengan teori-teori, paham-paham, dan doktrin ciptaan mereka, diantaranya:

Intelektualisme ; memahami yang mengatakan jika dengan akal saja manusia segera dapat capai semua arah hidupnya.

Materialisme ; memahami yang mengajar jika yang paling tentukan hidup manusia ialah benda.

Sekulerisme ; memahami yang mengajar jika manusia harus bisa pisahkan permasalahan duniawi yang perlu jadi masalah dasar dan permasalahan ukhrawi yang disangsikan kebenarannya. Bahaya-bahaya itu sebagai bahaya yang tiba di luar.

Adapun bahaya-bahaya yang tampil dari dalam umat Islam sendiri, diantaranya:

  1. Sikap berpihak yang terlalu berlebih ke seorang atau sekumpulan orang, baik karena pola kekerabatan atau kekuasaan atau pola yang lain, hingga condong cari alasan dan alasan untuk benarkan sikap sendiri.
  2. Sikap "melawan yang lama" terlalu berlebih hingga terpeleset pada sikap "serba anti lama", anti madzhab, anti taqlid, anti ziarah pendam, dan lain-lain.
  3. Masih ada pelajar-siswa keyakinan lama, seperti Israiliyat dan Majusi, yang ditambahkan dan dikobarkan kembali dengan menyengaja oleh golongan munafiqin.

Karena itu, untuk melestarikan tuntunan Ahlussunah Waljama'ah, kita harus ketahui hakekat Ahlussunnah Waljama'ah, bagaimana beberapa prinsip tuntunannya, apa dasar hukumnya. Dari sisi itu, kita sebaiknya pahami ilmu-ilmu sosial, misalnya: ekonomi, politik, dan sosiologi.

Baca juga: Ciri Khas Ahlussunnah wal-Jama'ah (Aswaja)