Skip to main content

Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran

Daftar Isi [ Tampil ]
Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran

Berpikir Kritis dalam Konteks Pembelajaran - Sekarang ini kita memasuki zaman yang semakin maju yang diikuti dengan perubahan cepat dalam bermacam bidang kehidupan, intinya adalah pemakaian bermacam kepandaian buatan atau para ahli mengatakan artificial intelligence. Zaman ini oleh Professor Klaus Schwab (detikinet, 2018) dikatakan sebagai Revolusi Industri 4.0. Di zaman RI 4.0, kapabilitas dan kekuatan yang kompleks harus dipunyai seseorang agar bisa berkompetisi dengan yang lainnya.

Menurut Wagner ada tujuh macam keterampilan hidup yang diperlukan di Era 21, yakni (1) kekuatan berpikiran kritis dan pemecahan permasalahan, (2) kerjasama dan kepemimpinan, (3) ketangkasan dan kebolehan menyesuaikan, (4) gagasan dan jiwa pengusaha, (5) kekuatan berbicara efisien baik secara oral atau tercatat, (6) sanggup mengakses dan menganalisa info, dan (7) mempunyai rasa ingin mengetahui dan imajinasi (Wagner: 2010).

Pandangan lain disebutkan oleh Frydenberg dan Andone (2011), kalau di era 21 tiap orang harus mempunyai ketrampilan berpikir kritis, pengetahuan dan kekuatan literatur digital, literatur info, literatur media dan menguasai tehnologi informasi dan komunikasi. Lebih kompleks lagi ketrampilan yang diperlukan untuk menghadapi era 21 yang dipastikan oleh US-based Apollo Education Grup, yang mengenali sepuluh ketrampilan yang dibutuhkan untuk bekerja pada era ke-21, yakni ketrampilan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, kerjasama, kebolehan menyesuaikan, produktifitas dan responsibilitas, pengembangan, kewarganegaraan global, kemampuan dan jiwa entrepreneurship, dan kemampuan untuk mengakses, menganalisa, dan mensintesis informasi (Barry, 2012).

Baca juga: Langkah atau Cara Berpikir Kritis Menurut Milton Keynes

Dari tiga pandangan sebagai halnya disampaikan di atas, ketiganya mengatakan ketrampilan atau kemampuan berpikir kritis menjadi keperluan untuk tiap orang yang hidup di era revolusi industry 4.0. Dan itu memiliki arti di dunia pendidikan, ketrampilan berpikir kritis sudah sebagai keperluan untuk peserta didik, hingga pendidik harus bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik.

Di kehidupan nyata atau dalam pekerjaan kelak kemampuan berpikir kritis seseorang segera dapat memiliki pengaruh dan mengantarnya pada kesuksesan atau keberhasilan kerja. Karena itu kita harus mengetahui dan mengeruk lebih dalam kemampuan berpikir kritis hingga dapat kita aplikasikan di dunia pendidikan khususnya pada proses pembelajaran.