Skip to main content

Pengertian 'Aam dan Khash beserta Macam-macamnya

Daftar Isi [ Tampil ]
Pengertian 'Aam dan Khash beserta Macam-macamnya

Ada banyak sekali kaidah-kaidah dalam Ushul Fiqh, di antaranya adalah 'Aam dan Khas. Pengertian 'Aam dan Khas adalah suatu lafadz yang dilihat dari sisi penggunaannya, apakah umum atau malah khusus. Untuk lebih mengetahuinya, berikut ini rincian dari pengertian masing-masing tersebut.

Kata kunci: kaidah amm dan khas, macam-macam 'aam dan khas, pembagian 'amm, pengertian âmm dari segi bahasa, sighat umum, bentuk-bentuk lafadz khas, bentuk lafadz 'aam dan lafadz khas.

Pengertian ‘Amm dan Khas

Ulasan lafadz ‘Amm dalam tinjauan Ushul Fikih memiliki posisi tertentu, lantaran lafadz 'Amm memiliki tingkat yang luas dan menjadi perbincangan panjang di kelompok ulama dalam menentukan suatu hukum. Di lain sisi, sumber hukum Islam baik dari Al-Qur'an ataupun Hadits dalam beberapa hal menggunakan lafadz umum yang memiliki sifat universal dan kosmopolitan.

Pengertian 'Amm  adalah suatu lafadz yang memperlihatkan satu arti yang meliputi semua personal yang tak terbatas dengan jumlah tertentu. Beberapa ahli Ushul Fikih mendefinisikan 'Amm di antaranya sebagai berikut ini: Menurut Imam al-Gazali, 'Amm adalah suatu lafadz yang dari 1 sisi memperlihatkan dua arti ataupun lebih. Sedangkan menurut Imam al-Bazdawi, 'Amm adalah lafadz yang meliputi semuanya yang sesuai untuk lafadz itu dengan 1 kata".

Lafadz-lafadz yang dipakai untuk memberikan faedah 'Amm di antaranya:

  • Lafadz kullun dan jami'un.
  • Lafadz jama' yang dita'rifkan dengan idhafah atau mungkin dengan alif-lam (ال) jinsiyah.
  • Isim mufrad yang di-ta'rif-kan dengan alif-lam (ال) jinsiyah.
  • Isim maushul, seperti al-ladzi, al-ladzina, al-lati, al-la'i, maa dan lain-lain.
  • Isim isyarah, seperti man, ma, dan ayyuma.
  • Isim istifham (untuk bertanya), seperti man (siapakah), ma dza (apakah), dan mata (kapan).
  • Isim nakirah dalam rangkaian kalimat nafi (pengecualian).

Adapun pengertian khas adalah lafadz yang dibuat untuk memberikan pemahaman satu satuan yang tertentu. Baik menunjukkan pribadi seseorang, seperti lafadz Muhammad, atau menunjuk jenis suatu hal, seperti lafadz insan (manusia) dan rajulun (pemuda (lk)), atau menunjukkan tipe suatu hal, seperti lafadz hayawan (hewan), atau menunjuk benda nyata atau abstrak, seperti lafaz 'ilm (pengetahuan) dan jahl (ketidaktahuan), atau penunjukkan makna ke satu satuan itu secara esensial atau i'tibari (asumsi) seperti lafadz-lafadz yang dibuat untuk memberi peringatan banyak yang terbatas, seperti lafaz tsalasah (tiga), mi'atun (seratus), jam'un (semuanya) dan fariq (kelompok).

Hukum lafadz khash dalam nash syara' adalah menunjuk ke dalalah qath'iyyah pada arti khusus yang dimaksud dan hukum yang diperlihatkannya ialah qath'i (pasti), bukan dzanni (dugaan), asal tidak ada alasan yang mengalihkannya ke arti lainnya.

Macam-macam ‘Amm

Macam-macam 'Aam terbagi menjadi 3 macam, yaitu:

  1. ‘Amm yuradu bihi al-‘amm. Yakni ‘Amm yang tidak dibarengi qarinah yang menghilangkan peluang untuk dikhususkannya.
  2. ‘Amm yuradu bihi al-khusus. Yakni ‘Amm yang dibarengi qarinah yang menghilangkan makna umumnya dan menerangkan kalau yang diartikan dengan ‘Amm itu ialah beberapa dari satunya.
  3. ‘Amm makhshush. Yakni ‘Amm mutlak. ‘Amm yang tidak dibarengi qarinah yang menghilangkan peluang dikhususkan dan menghilangkan keumumannya. Pada umumnya nash-nash yang dihadirkan dengan shigat umum tidak dibarengi qarinah, sekalinya qarinah lafdziyah (tercatat), 'aqliyah (dalam pertimbangan) atau 'urfiyah (adat kebiasaan) yang mengatakan keumumannya atau kekhususannya. Lafadz-lafadz ‘Amm seperti ini merupakan lafadz yang secara jelas memperlihatkan keumumannya asal tidak ada alasan yang mengkhususkannya.

Macam-macam Khas

Macam-macam Khas terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  • Muttashil (yang bersambung). Yaitu mukhashshish-nya ada pada susunan yang menjadi satu sama yang umumnya. Khash muttashil ada bermacam jenis:
    • Istitsna', yakni lafadz 'illa' (الا)
    • Syarat.
    • Shifat (kata sifat).
    • Ghayah, yakni kata 'hatta' (حتى) dan 'ila' (الى)
    • Badlul ba'dhi (pengganti).
    • Hal (kondisi).
  • Munfashil (yang terpisah). Yaitu mukhashshish-nya ada pada lain tempat, tidak bersama-sama dengan lafadz yang umum. Khash munfashil ada bermacam jenis:
    • Takhshish al-kitab bi al-kitab.
    • Takhshish al-kitab bi al-sunnah.
    • Takhshish al-sunnah bi al-kitab.
    • Takhshish al-sunnah bi al-sunnah.
    • Takhshish bi al-qiyas.
    • Takhshish bi al-'aql.
    • Takhshish bi al-hiss.
    • Takhshish bi al-siyaq.
Itulah sepercik singkat mengenai pengertian 'Aam dan Khas beserta macamnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.