Skip to main content

Pengertian Keluarga Rasulullah, Sahabat, Tabi'in dan Hawariyun

Daftar Isi [ Tampil ]
Pengertian Keluarga Rasulullah, Sahabat, Tabi'in dan Hawariyun

Dalam kitab Kasyifah as-Saja syarah Safinah an-Naja karya dari beliau as-Syekh al-Imam al-Alim al-Fadhil Abi Abdil Mu'thi Muhammad Nawawi dijelaskan mengenai pengertian keluarga Rasulullah, Sahabat, Tabi'in dan Hawariyun. Penjelasannya sebagaimana berikut ini.

Yang dimaksud dengan para keluarga Rasulullah SAW adalah seluruh umat yang menerima ajakan dakwah beliau. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tabrani yang artinya, "Keluarga Rasulullah adalah setiap orang yang bertakwa". (H.R. at-Tabrani)

Pengertian keluarga Rasulullah tersebut kiranyalah yang pantas dalam maqom do'a, meskipun mereka adalah orang-orang yang bermaksiat, karena orang-orang yang bermaksiat lebih membutuhkan untuk dido'akan daripada selain dari mereka. Sedangkan pengertian keluarga Rasulullah SAW dalam maqom zakat adalah orang-orang yang berasal dari keturunan Bani Hasyim dan Bani Muthallib.

Dan yang dimaksud dengan pengertian Sahabat adalah orang-orang setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul atau utusan Allah SWT, meskipun belum diperintahkan untuk berdakwah pada masa hidupnya dengan bentuk perkumpulan yang saling mengenal, sekiranya perkumpulan tersebut berada di bumi, meskipun gelap, atau meskipun orang-orang itu adalah buta dan meskipun orang itu tidak menyadari keberadaan Rasulullah, atau orang itu belum tamyiz, atau salah satu dari orang itu dan Rasulullah adalah yang melewati salah satu dari keduanya, meskipun dalam keadaan tidur, atau tidak berkumpul dengan Rasulullah tetapi Rasulullah melihat orang itu, atau orang itu melihat Rasulullah meskipun dari jarak yang jauh, meskipun hanya sebentar.

Berbeda dengan tabi'in atau pengikut sahabat, maka status tab’iyah tidak akan disandang kecuali disertai dengan lamanya berkumpul bersama sahabat pada umumnya, sebagaimana menurut pendapat ashoh dari ulama ahli Ushul dan juga para Fuqoha. Status tab’iyah bagi tabi'in tidaklah cukup hanya dengan pernah bertemu sahabat saja. Berbeda dengan orang yang berstatus sahabat, maka status sahabat dapat disandangnya meskipun hanya sekedar pernah bertemu dengan Rasulullah karena berkumpul dengan Rasulullah memberikan pengaruh cahaya hati yang lebih berlipat ganda daripada pengaruh cahaya hati yang dihasilkan dengan berkumpul lama dengan sahabat atau yang lainnya.

Namun demikian, Imam Ahmad Suhaimi mengatakan:

قال أحمد السحيمي التابعي هو من لقي الصحابي ولو قليلاً وإن لم يسمع منه

Artinya, “Orang yang berstatus tabi'in adalah orang yang pernah bertemu dengan sahabat meskipun dalam waktu yang sebentar dan meskipun tidak mendengar riwayat darinya.”

Lalu, apa yang dimaksud dengan hawariyun? dalam kitab Kasyifah as-Saja syarah Safinah an-Naja juga dijelaskan. Pengertian hawariyun adalah orang-orang yang berkumpul bersama-sama dengan para nabi sebelum Rasulullah SAW.

Untuk urutan para sahabat yang paling utama, menurut Ahli Sunnah, keutamaan Khulafa ar-Rosyidin empat dalam jabatan kekhalifahan secara urut, yang paling utama adalah sahabat Abu Bakar as-Shiddiq, nama asli beliau adalah Abdullah, kemudian sahabat Umar bin Khattab, kemudian sahabat Usman bin Affan, lalu sahabat Ali Radhiyallahu Anhum.

Adapun dalil urutan keutamaan para sahabat ini sebagaimana ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar yang berbunyi:

كنا نقول ورسول الله صلى الله عليه وسلّم يسمع خير هذه الأمة بعد نبيها أبو بكر ثم عمر ثم عثمان ثم علي  

Artinya, "Kami berkata dan Rasulullah SAW mendengar perkataan kami, ‘Orang terbaik dari umat ini setelah Nabinya adalah sahabat Abu Bakar as-Shiddiq, kemudian Umar bin Khattab, kemudian Usman bin Affan, kemudian Ali Radiyallahu Anhu".

Setelah Khulafa ar-Rasyidin, kemudian disusul oleh 6 (enam) sahabat lain dalam hal lebih utama dibanding yang lain. Mereka adalah sahabat Tolhah, sahabat Zubair, sahabat Abdurrahman, sahabat Sa’ad, sahabat Sa’id, dan sahabat Amir.

Tidak ada nash atau penjelasan yang menunjukkan urutan keutamaan mereka karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka. Oleh karena itu kami tidak mengurutkan mereka dari segi siapa yang lebih utama.

Demikianlah keterangan singkat mengenai Pengertian Keluarga Rasulullah, Sahabat, Tabi'in dan Hawariyun. Kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Sumber: Kasifah as-Saja fi Syarhi Safinah an-Naja