Skip to main content

Perbedaan antara Isim Mabni dan Isim Mu'rab

Daftar Isi [ Tampil ]
Perbedaan antara Isim Mabni dan Isim Mu'rab

Isim mabni dan isim mu'rab termasuk cabang pembahasan dalam ilmu Nahwu. Berbicara mengenai isim mabni dan isim mu'rab berarti juga berbicara tentang hal ihwal akhir kalimah dalam bahasa Arab, apa itu mu'rab atau mabni ?.

Pengertian Isim Mabni dan Isim Mu'rab

Mabni berarti tetap dan tidak berubah. Isim mabni adalah isim yang tetap dan tidak berubah akhir kalimahnya. Kalimah-kalimah yang berstatus mabni dalam ilmu nahwu ada 3 macam, yaitu kalimah isim, fi'il dan huruf. Namun, tidak semua kalimah isim dan fi'il itu mabni, terkecuali kalimah huruf.

Dalam ilmu nahwu, isim-isim yang mabni ada enam macam. Sebagaimana yang telah kami jelaskan pada artikel kami sebelumnya, mengenai macam-macam isim mabni beserta contohnya.

Dalam kaidah bahasa Arab, semua isim pada hakikatnya adalah mu'rab. Kalimah isim bisa saja menjadi mabni sebab ia memiliki persamaan dengan kalimah huruf, yang dalam ilmu nahwu persamaan ini disebut sebagai syibhul mudni.

Baca juga : Syibhul Mudni / Faktor Kemabnian Isim (Wadl'i, Ma'nawi, Niyabah, dan Iftiqor)

Sedangkan yang dimaksud dengan isim mu'rab adalah isim yang akhir kalimahnya berubah-ubah atau tidak tetap, kebalikan dari isim mabni. Secara kuantitas, jumlah isim-isim yang mu'rab ini lebih banyak dibandingkan dengan isim mabni. Macam-macam isim mu'rab tersebut yaitu isim mufrad, tasniyah, jamak, maqshur, manqus, asam'ul khamsah/as-sittah dan isim ghairu munsharif. Lalu, apa perbedaan antara isim mabni dan isim mu'rab itu ?

Perbedaan antara Isim Mabni dan Isim Mu'rab

Pada penjelasan di atas telah diketahui pengertian masing-masing dari kedua istilah ini. Dari pengertian tersebut, kita dapat mengambil kesimpulannya bahwa letak perbedaan antara isim mabni dan isim mu'rab yaitu pada berubah atau tidaknya akhir suatu kalimah. Isim mu'rab lebih mudah terpengaruh terhadap sesuatu yang memasukinya, sedangkan isim mabni dalam keadaan apapun ia akan tetap dan tidak berubah akhir kalimahnya.

Misalnya, lafadz زَيدْ, ketika ia kemasukan lafadz جَاءَ, maka dibaca rafa' dengan harakat dhammah tanwin (زَيْدٌ), sebab menjadi fa'il. Ketika ia berkedudukan sebagai maf'ul, maka dibaca fathah tanwin (زَيْدًا), dan ketika ia kemasukan huruf jer atau menjadi mudhaf ilaih, maka dibaca kasrah tanwin (زَيْدٍ).

Baca juga : Contoh Isim Mu'rab dalam Al-Qur'an

Berbeda lagi dengan isim mabni, baik ia menempati mahal rafa', nashab maupun jer, akhir kalimahnya tetap dan tidak akan berubah.

Contohnya:

  • جَاءَ مَنْ حَصُفَ (Orang yang bijak mendatangiku)
  • رَأَيْتُ مَنْ حَصُفَ (Aku melihat orang yang bijak)
  • مَرَرْتُ بِمَنْ حَصُفَ (Aku berpapasan dengan orang yang bijak)

Coba perhatikan lafadz مَنْ pada contoh di atas. Keadaannya tetap dan tidak berubah meskipun dalam kedudukan yang berbeda-beda. Dalam keadaan rafa', nashab dan jernya tetap mabni sukun. Tidak seperti lafadz زَيدْ yang berubah-ubah menyesuaikan posisinya.

Baca juga : 10 Contoh Fa'il Isim Mabni beserta Artinya

Selain itu, perbedaan antara isim mabni dan isim mu'rab menurut penulis adalah dalam hal mudhaf. Semua isim mu'rab itu dapat bersandar atau menjadi mudhaf pada kalimah lainnya. Berbeda dengan isim mabni yang sebagian besarnya tidak dapat mudhaf atau bersandar dengan kalimah setelahnya.

Itulah perbedaan antara isim mabni dan isim mu'rab perspektif kami. Menurut kalian, selain perbedaan yang telah kami sebutkan di atas, apalagi yang membedakan antara isim mabni dan isim mu'rab itu ?