Skip to main content

Isim Dhomir: Kata Ganti Bahasa Arab dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Daftar Isi [ Tampil ]
Isim Dhamir Kata Ganti dalam Bahasa Arab
Dalam bahasa Arab, kata ganti disebut dengan isim dhomir. Pembahasan tentang isim dhamir ini lebih kompleks jika dibandingkan dengan lainnya, karena terdapat istilah kata ganti untuk mudzakkar (maskulin), muannats (feminin), kata ganti mufrad (tunggal), dua atau ganda (mutsanna) dan jamak (plural). Lebih jelasnya, hal-hal yang berkaitan dengan tema tersebut akan kami jelaskan sebagaimana berikut.

Pengertian Isim Dhomir

Dhomir merupakan kategori isim yang ma'rifah, yaitu kata yang menunjukkan kepada sesuatu yang sudah jelas. Secara bahasa kata ad-dhamir (الضمير) adalah bentuk mufrad dari kata ad-damair (الضمائر), artinya: 1) suara hati, pikiran, paling dalam; 2) kata ganti atau pronoun. Ada juga yang mengartikan ad-dhamir atau ad-damair sebagai kata yang digunakan untuk mengganti nama seseorang, atau sesuatu agar tidak terjadi pengulangan kata yang sama secara berurutan.

Menurut istilah ilmu nahwu, ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ulama tentang isim dhomir, antara lain:

الضَّمِيْرُ: مَا يُكنى بِهِ عَنْ مُتَكَلِّمٍ أَوْ مُخَاطَبٍ أَوْ غَائِبٍ

Artinya: isim dhomir adalah suatu kata yang terdiri dari mutakallim (pembicara), mukhathab (orang yang diajak bicara), atau ghaib (orang yang dibicarakan).

الضَّمِيْرُ هُوَ إِسْمٌ مَبْنِيٌّ يَدُلُّ عَلَى مُتَكَلِّمٍ أَوْ مُخَاطَبٍ أَوْ غَائِبٍ

Artinya: isim dhomir adalah isim mabni yang menunjukkan kepada arti mutakallim (pembicara), mukhathab (orang yang diajak bicara), atau ghaib (orang yang dibicarakan).

Dari beberapa pengertian di atas, bisa dikatakan bahwa isim dhomir adalah kata ganti dalam bahasa Arab yang dipakai untuk menunjukkan pada mutakallim/orang yang berbicara (kata ganti orang pertama), mukhathab/lawan bicara (kata ganti orang kedua), dan ghaib/obyek yang dibicarakan (kata ganti orang ketiga). Serta berfungsi untuk menggantikan penyebutan kata-kata yang banyak dan menempati kata-kata itu dengan sempurna tanpa merubah makna yang dimaksud.

Macam-macam Isim Dhomir

Secara garis besar, isim dhomir atau kata ganti dalam bahasa Arab ini dikelompokkan menjadi 2 bagian. Akan tetapi, secara keseluruhan ada 14 bentuk isim dhamir. 14 macam kata ganti tersebut memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda-beda sesuai dengan konteks yang diinginkan.

Macam-macam isim dhomir (kata ganti) yang dimaksud yaitu:

  1. Dhamir bariz.
  2. Dhamir mustatir.

1. Dhamir Bariz (Munfashil dan Muttashil)

Menurut istilah ulama ahli nahwu, dhamir bariz adalah kata ganti yang tampak secara jelas dalam pelafadzannya, baik ketika berdiri sendiri atau tidak bersambung dengan kata/kalimah lainnya (munfashil), maupun saat disambung dengan kalimah lainnya (muttashil).

الضَّمِيْرُ البَارِزُ مَا لَهُ صُوْرَةٌ فِى اللَّفْظِ وَيَنْقَسِمُ عَلَى قِسْمَانِ

“Dhamir bariz adalah kata ganti yang memiliki bentuk dalam pelafadzannya, dan terbagi menjadi dua bagian (munfashil dan muttashil)”.

Dari pengertian di atas, maka kita tahu bahwa jenis dhomir yang satu ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu dhamir munfashil (terpisah) dan muttashil (sambung).

Berikut adalah contoh isim dhomir munfashil ketika rafa’ !

No Kata ganti Arti Jenis dan Jumlah Kegunaan
1 هُوَ Dia Lk (1) Ghaib (kata ganti orang ketiga untuk laki-laki)
2 هُمَا Dia Lk (2)
3 هُمْ Mereka Lk (>2)
4 هِيَ Dia Pr (1) Ghaibah (kata ganti orang ketiga untuk perempuan)
5 هُمَا Dia Pr (2)
6 هُنَّ Mereka Pr (>2)
7 أَنْتَ Kamu Lk (1) Mukhathab (kata ganti orang kedua untuk laki-laki)
8 أَنْتُمَا Kamu Lk (2)
9 أَنْتُمْ Kalian Lk (>2)
10 أَنْتِ Kamu Pr (1) Mukhathabah (kata ganti orang kedua untuk perempuan)
11 أَنْتُمَا Kamu Pr (2)
12 أَنْتُنَّ Kalian Pr (>2)
13 أَنَا Saya Sendiri Lk/Pr Mutakallim (kata ganti orang pertama)
14 نَحْنُ Kita Lk/Pr >1 Mutakallim ma’al ghair (kata ganti orang pertama >1)

Untuk membuat contoh kalimat isim dhomir dalam bahasa Arab, kita dapat memakai rumus dalam tabel di atas sebagai pedomannya. Misalnya kita ingin membuat contoh kata ganti untuk orang ketiga (ghaib) berjumlah lebih dari dua berjenis laki-laki, maka menggunakan kata ganti  هُمَا. Jika ingin membuat contoh kata ganti untuk orang kedua (mukhathab) berjumlah 1 dengan jenis perempuan, maka memakai kata ganti dalam bahasa Arab berupa هِيَ. Dan seterusnya.

Contoh penggunaan dhomir munfashil ketika rafa’:

  • هِيَ جَمِيْلَةٌ بَعْضَ الشَّيْئِ عَنْ بُعْدٍ (Dari jauh dia agak cantik).
  • أَنْتَ لَمْ تَعُدْ طِفْلًا (Kamu bukan lagi anak kecil).
  • هُمْ يَقُصُّونَ أَحْسَابَهُمْ (Mereka menceritakan silsilah keluarga mereka).

Untuk penggunaan dhomir munfashil ketika nashab, maka memakai rumus dalam tabel berikut !

No Kata ganti Dalam kalimah Arti
1 هُ إِيَّاهُ Kepadanya (lk 1)
2 هُمَا إِيَّاهُمَا Kepadanya (lk 2)
3 هُمْ إِيَّاهُمْ Kepada mereka (lk >2)
4 هَا إِيَّاهَا Kepadanya (pr 1)
5 هُمَا إِيَّاهُمَا Kepadanya (pr 2)
6 هُنَّ إِيَّاهُنَّ Kepada mereka (pr >2)
7 كَ إِيَّاكَ Kepadamu (lk 1)
8 كُمَا إِيَّاكُمَا Kepadamu (lk 2)
9 كُمْ إِيَّاكُمْ Kepada kalian (lk >2)
10 كِ إِيَّاكِ Kepadamu (pr 1)
11 كُمَا إِيَّاكُمَا Kepadamu (pr 2)
12 كُنَّ إِيَّاكُنَّ Kepadamu kalian (pr >2)
13 نِيْ إِيَّانِيْ Kepadaku (lk/pr)
14 نَا إِيَّانَا Kepada kita (lk/pr >1)

Rumus kata ganti dalam tabel di atas dapat kita jadikan pedoman dalam penyusunan suatu kalimat. Misal kita ingin menggunakan kati ganti untuk seseorang berjumlah 1 jenis laki-laki, maka menggunakan kata ganti berupa إِيَّاهُ. Jika menghendaki kata ganti untuk laki-laki berjumlah 2 maka menjadi إِيَّاهُمَا, begitu juga dengan jenis perempuan.

Contoh penggunaan dhomir munfashil ketika nashob:

  • إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنَ (Kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami meminta pertolongan).
  • اَللّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ (Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian).
  • نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ (Kami akan memberi rezeki kepada kalian dan kepada mereka).

Adapun contoh isim dhomir muttashil ketika rafa’ bisa dilihat dalam tabel berikut !

No Kata ganti Dalam kalimah Arti
1 هُوَ جَلَسَ Dia duduk (lk 1)
2 هُمَا جَلَسَا Dia duduk (lk 2)
3 هُمْ جَلَسُوا Mereka duduk (lk >2)
4 هِيَ جَلَسَتْ Dia duduk (pr 1)
5 هُمَا جَلَسَتَا Dia duduk (pr 2)
6 هُنَّ جَلَسْنَ Mereka duduk (pr >2)
7 أَنْتَ جَلَسْتَ Kamu duduk (lk 1)
8 أَنْتُمَا جَلَسْتُمَا Kamu duduk (lk 2)
9 أَنْتُمْ جَلَسْتُمْ Kalian duduk (lk >2)
10 أَنْتِ جَلَسْتِ Kamu duduk (pr 1)
11 أَنْتُمَا جَلَسْتُمَا Kamu duduk (pr 2)
12 أَنْتُنَّ جَلَسْتُنَّ Kalian duduk (pr >2)
13 أَنَا جَلَسْتُ Aku duduk
14 نَحْنُ جَلَسْنَا Kita duduk (lk/pr >1)

Dhamir muttashil mahal rafa’ adalah kata ganti yang disambung/menempel pada fi’il atau kana dan saudaranya. Rumus penggunaan kata ganti ini sama halnya dengan kata ganti sebelumnya. Misal kita ingin menyusun kalimat dengan kata sifat atau kata kerja untuk jenis laki-laki berjumlah 2, maka memakai kata berupa جَلَسَا (untuk ghaib) atau جَلَسْتُمَا (untuk mukhathab).

Baca juga : Contoh Kata Ganti Milik dalam Bahasa Arab

Contoh penggunaan dhomir muttashil ketika rafa’:

  • قَرَأْتُ الصُّحُفَ (Aku sudah membaca koran).
  • الطَّالِبَاتُ نَجَحْنَ (Para siswi sudah lulus).
  • كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ (Kalian adalah umat terbaik).

Berikut ini rumus isim dhomir muttashil ketika nashab !

No Kata ganti Dalam kalimah Arti
1 هُ نَصَرْتُهُ Aku menolongnya (lk 1)
2 هُمَا نَصَرْتُهُمَا Aku menolongnya (lk 2)
3 هُمْ نَصَرْتُهُمْ Aku menolong mereka (lk >2)
4 هَا نَصَرْتُهَا Aku menolongnya (pr 1)
5 هُمَا نَصَرْتُهُمَا Aku menolongnya (pr 2)
6 هُنَّ نَصَرْتُهُنَّ Aku menolongnya (pr >2)
7 كَ نَصَرْتُكَ Aku menolongmu (lk 1)
8 كُمَا نَصَرْتُكُمَا Aku menolongmu (lk 2)
9 كُمْ نَصَرْتُكُمْ Aku menolong kalian (lk >2)
10 كِ نَصَرْتُكِ Aku menolongmu (pr 1)
11 كُمَا نَصَرْتُكُمَا Aku menolongmu (pr 2)
12 كُنَّ نَصَرْتُكُنَّ Aku menolong kalian (pr >2)
13 نِيْ نَصَرَنِيْ Dia menolongku (lk/pr)
14 نَا نَصَرَنَا Dia menolong kita (lk /pr >1)

Dhamir muttashil mahal nashab adalah kata ganti dalam bahasa Arab yang penggunaannya disambung dengan kalimah fi’il dan inna beserta saudaranya. Jika disambung dengan fi’il, maka kedudukannya adalah maf’ul atau subyek, apabila disambungkan dengan inna maka berkedudukan menjadi isimnya.

Contoh penggunaan dhomir muttashil ketika nashob:

  • تَقَدَّمَ الجُنُوْدُ نَحْوَ العَدُوِّ وَحَاصَرُوهُ (Para tentara maju ke arah musuh dan mengepungnya).
  • الأَنَاشِيْدُ الوَطَانِيَّةُ تَهُزُّنَا (Lagu-lagu nasional menggetarkan kami).
  • أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ المُفْسِدُوْنَ (Ingatlah ! sesungguhnya mereka itu orang-orang yang membuat kerusakan).

Sedangkan untuk isim dhomir muttashil ketika jer/khafadh maka memakai rumus berikut !

No Kata ganti Dalam kalimah Arti
1 هِ بِهِ Dengannya (lk 1)
2 هِمَا بِهِمَا Dengannya (lk 2)
3 هِمْ بِهِمْ Dengan mereka (lk >2)
4 هَا بِهَا Dengannya (pr 1)
5 هِمَا بِهِمَا Dengannya (pr 2)
6 هِنَّ بِهِنَّ Dengan mereka (pr >2)
7 كَ بِكَ Denganmu (lk 1)
8 كُمَا بِكُمَا Denganmu (lk 2)
9 كُمْ بِكُمْ Dengan kalian (lk >2)
10 كِ بِكِ Denganmu (pr 1)
11 كُمَا بِكُمَا Denganmu (pr 2)
12 كُنَّ بِكُنَّ Dengan kalian (pr >2)
13 يْ بِيْ Denganku (lk/pr)
14 نَا بِنَا Dengan kita (lk/pr >1)

Dhamir muttashil mahal jer adalah kata ganti yang disambung dengan kata/kalimah lainnya (dalam tempat majrur). Kata ganti ini ada kalanya disambung dengan isim berkedudukan majrur sebagai mudhaf ilaih, dan ada kalanya bersambung dengan huruf jer berstatus majrur.

Contoh penggunaan dhomir muttashil ketika jer:

  • العِلْمُ لَهُ فَوَائِدُهُ (Ilmu itu memiliki banyak faedah atau fungsi).
  • أَخَذْتُ قَلَمَكَ مِنْكَ (Aku mengambil penamu darimu).
  • تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا (Belajarlah diwaktu kecil dan amalkanlah diwaktu besar).

2. Dhamir Mustatir (Wujub dan Jawaz)

Isim dhamir mustatir adalah kata ganti yang tidak terlihat dalam penulisannya atau tidak terbaca, kebalikan dari dhamir bariz.

الضَمِيْرُ المُسْتَتِرُ مَا لَيْسَ لَهُ صُوْرَةٌ فِي اللَّفْظِ

“Dhamir mustatir adalah kata ganti yang tidak memiliki bentuk dalam pelafadzannya”.

Isim dhomir ini tidak tampak atau tidak tercatat secara jelas dalam pelafadzannya, akan tetapi terselinap pada suatu kalimah (fi’il) dan kehadirannya dapat dijumpai dengan melihat wujud dari kalimah (fi’il) itu sendiri.

Ada dua macam dhamir mustatir (kata ganti yang tersimpan), yaitu:

  1. Dhomir mustatir wujub (kata ganti yang wajib disimpan).
  2. Dhomir mustatir jawaz (kata ganti yang boleh disimpan dan boleh ditampakkan dalam kalimat).

Kata ganti yang wajib disimpan (dhamir mustatir wujub) adalah kata ganti yang tidak dapat digantikan oleh isim dhahir. Kata ganti yang wajib disimpan ini terdapat pada :

  1. Fi’il amar untuk mufrad mudzakkar mukhathab (orang kedua laki-laki tunggal).
  2. Fi’il mudhari’ yang diawali dengan ta’ khithab wahid (orang kedua laki-laki tunggal), hamzah (orang pertama tunggal), dan nun (orang pertama >1).

Berikut contoh isim dhomir mustatir wujub dalam bentuk tabel !

No Kata ganti Arti Bentuk kalimah
1 إِجْلِسْ (أَنْتَ) Duduklah! (lk 1) Fi’il amar
2 تَجْلِسُ (أَنْتَ) Kamu sedang duduk (lk 1) Fi’il mudhari’
3 أَجْلِسُ (أَنَا) Aku sedang duduk (lk/pr)
4 نَجْلِسُ (نَحْنُ) Kita sedang duduk (lk/pr >1)

Semua fi’il yang terdapat pada tabel di atas merupakan fi’il yang memuat isim dhomir yang wajib disimpan (dhamir mustatir wujub), tidak boleh ditampakkan dalam pelafadzannya. Contohnya kata إِجْلِسْ (duduklah), dhamir أَنْتَ yang tersimpan pada fi’il tersebut tidak boleh ditampilkan. Apabila kita mengatakan إِجْلِسْ أَنْتَ, maka kedudukan أَنْتَ dalam perkataan tersebut bukan sebagai fa’il, melainkan menjadi taukid (penguat) dari isim dhamir yang berkedudukan sebagai fa’il.

Adapun dhamir mustatir jawaz ( kata ganti yang boleh disimpan dan boleh ditampakkan) adalah kata ganti yang tempat atau keberadaannya boleh digantikan oleh isim dhahir ataupun dhamir munfashil. Dhomir yang seperti ini terdapat pada:

  1. Fi’il madhi dan mudhari’ untuk mufrad mudzakkar ghaib (orang ketiga laki-laki tunggal)
  2. Fi'il madhi dan mudhari' untuk mufrad muannats ghaibah (orang ketiga perempuan tunggal).

Berikut tabel untuk isim dhomir mustatir jawaz !

No Kata ganti Arti Bentuk
1 ضَرَبَ (هُوَ) Dia telah memukul (lk/pr 1) Fi’il madhi
2 ضَرَبَتْ (هِيَ)
3 يَضْرِبُ (هُوَ) Dia akan memukul (lk/pr 1) Fi’il mudhari’
4 تَضْرِبُ (هِيَ)

Contoh Isim Dhomir

Supaya lebih menajamkan lagi pemahaman kita tentang isim dhomir, coba perhatikan beberapa contoh isim dhomir dalam kalimat Al-Qur'an berikut ini.

Contoh isim dhomir dalam QS. Al-Mu'minun ayat 115:

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Artinya: Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?, (QS. Al-Mu'minun: 115).

Penjelasan:

  • خَلَقْنَاكُمْ : nun yang terdapat pada kalimat ini adalah contoh isim dhomir yang muttashil (sambung) dengan kata lainnya, mabni sukun bermahal rafa' karena menjadi fa'il (subyek).
  • كُمْ : begitu juga lafadz كُمْ yang termasuk dhomir muttashil. Hukumnya mabni sukun bermahal nashab karena menjadi maf'ul bih (obyek).

Contoh isim dhomir dalam QS. Ar-Rum ayat 25:

ثُمَّ إِذَا دَعَاكُمْ دَعْوَةً مِنَ الْأَرْضِ إِذَا أَنْتُمْ تَخْرُجُونَ

Artinya: Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur), (QS. Ar-Rum: 25).

Penjelasan:

  • دَعَاكُمْ : kata دَعَا merupakan fi'il madhi yang memuat dhomir mustatir jawaz dan berkedudukan sebagai fa'il. Sedangkan lafadz كُمْ adalah obyeknya (maf'ul bih) yang berupa dhomir munfashil.
  • أَنْتُمْ : lafadz ini merupakan dhamir munfashil (terpisah) dari kata lainnya. Hukumnya mabni sukun bermahal rafa' sebab menjadi mubtada'.

Contoh isim dhomir dalam QS. Al-Isra' ayat 14:

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

Artinya: Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu, (QS. Al-Isra': 14).

Penjelasan:

  • اقْرَأْ : fi'il amr mabni sukun dan fa'ilnya berupa dhomir mustatir wujub (wajib disimpan), takdirnya yaitu أَنْتَ (kamu).

Kesimpulan

Itulah penjelasan tentang isim dhomir kata ganti bahasa Arab yang secara garis besarnya dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kata ganti yang tampak (dhamir bariz) dan kata ganti yang tersimpan/tersembunyi (dhamir mustatir). Terdapat dua macam isim dhomir (kata ganti) yang tampak dalam pelafadzannya, yaitu kata ganti yang disambung dengan kata/kalimah lain (muttashil) dan kata ganti yang berdiri sendiri (munfashil).

Demikian halnya dengan kata ganti yang tersimpan (dhamir mustatir), ada yang wajib tersimpan (mustatir wujub) dan ada juga yang boleh disimpan boleh ditampakkan (mustatir jawaz).

Dalam praktiknya, isim dhomir yang disambung dengan kata lainnya (muttashil) tidak dapat berada pada awal suatu kalimat dan tidak bisa terjatuh setelah illa (إِلَّا). Kebalikan dari dhamir munfashil, yaitu kata yang bisa diletakkan pada awal kalimat dan dapat pula bersanding dengan illa (إِلَّا).

Dan untuk isim dhomir yang wajib disimpan (mustatir wujub), kedudukannya tidak dapat digantikan baik oleh isim dhahir maupun dhamir munfashil. Adapun isim dhomir yang boleh disimpan dan ditampakkan (mustatir jawaz) itu sebaliknya dhamir mustatir wujub, yang keberadaannya bisa digantikan baik oleh isim dhahir ataupun dengan dhamir munfashil.