Skip to main content

Cara Membuat Isim Tasniyah/Mutsanna dan Jamak

Daftar Isi [ Tampil ]
Cara Membuat Isim Tasniyah dan Jamak

Dalam bahasa Arab, selain terdapat istilah mufrad dan jamak juga mengenal kata tasniyah untuk menggambarkan suatu kata yang bermakna ganda. Hal ini mungkin berbeda dengan bahasa Indonesia yang hanya mengenal kata tunggal dan jamak saja. Berdasarkan jumlah bilangannya, kalimah isim dalam bahasa Arab dibagi menjadi tiga macam, yaitu isim mufrad, isim tasniyah dan isim jamak.

Isim Mufrad

Isim mufrad adalah kata benda yang tidak bermakna ganda atau jamak. Dengan kata lain isim mufrad merupakan kalimah isim yang memiliki makna tunggal. Contohnya seperti kata “مُسْلِمٌ/مُسْلِمَةٌ” (muslim/muslimah), “أَسَدٌ” (singa), dan “كِتَابٌ” (buku).

Isim Tasniyah/Mutsanna

Isim tasniyah/mutsanna adalah isim yang menunjukkan makna dua atau ganda, ditandai dengan adanya tambahan huruf alif+nun ketika rofa’ dan ya+nun ketika keadaan nashob dan jernya. Isim ini merupakan suatu istilah yang agak sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Karena dalam bahasa sehari-hari, kita hanya menemukan istilah kata untuk tunggal dan jamak. Barang kali istilah dalam bahasa kita yang mendekati maksud dari isim tasniyah adalah ganda.

Contoh isim tasniyah/mutsanna seperti kata “مُؤْمِنَانِ/مُؤْمِنَتَانِ” (dua orang mukmin/mukminah), “مُسْلِمَانِ/مُسْلِمَتَانِ” (dua orang muslim/muslimah). Contoh ini adalah kata yang digunakan untuk isim tasniyah yang menduduki kedudukan rofa’, jika dipakai untuk keadaan nashob dan jer maka menggunakan tambahan berupa ya+nun di akhir katanya, menjadi “مُؤْمِنَيْنِ/مُؤْمِنَتَيْنِ” dan “مُسْلِمَيْنِ/مُسْلِمَتَيْنِ”.

Isim Jamak

Isim jamak adalah kata benda yang menunjukkan kepada makna lebih dari dua atau tiga ke atas. Dalam bahasa Arab, isim jamak dibagi lagi menjadi tiga macam, yaitu jamak mudzakkar salim, jamak muannats salim, dan jamak taksir.

Jamak mudzakkar salim adalah isim jamak untuk jenis laki-laki dengan tambahan huruf wawu+nun ketika rofa’ dan ya+nun ketika nashob dan jer. Contoh jamak mudzakkar salim ketika rofa’ seperti “مُؤْمِنُونَ” (orang-orang mukmin), dan “مُؤْمِنِيْنَ” untuk keadaan nashob dan jer. Sedangkan jamak muannats salim adalah isim jamak untuk jenis perempuan yang memakai tambahan berupa huruf alif+ta’ di akhir katanya. Contohnya seperti “مُسْلِمَاتٌ/مُسْلِمَاتٍ” (orang-orang muslimah), harokat dhommah untuk keadaan rofa’ dan kasrah dalam keadaan nashob atau jernya.

Adapun yang dimaksud jamak taksir adalah isim jamak yang dapat digunakan baik untuk mudzakkar maupun muannats dengan memakai pola kalimat khusus (tidak memakai aturan baku). Contoh jamak taksir adalah kata “كُتُبٌ” (kitab-kitab), “رِجَالٌ” (para lelaki), dan “طُلَّابٌ” (para murid).

Cara Membuat Isim Tasniyah/Mutsanna dan Jamak dari Mufrad

Untuk dapat membuat perubahan dari isim mufrad ke jamak mudzakkar salim atau jamak muannats salim memiliki kaidah (aturan) dan rumus tertentu. Adapun jamak taksir tidak mempunyai aturan yang baku. Supaya mudah dalam memahaminya, berikut rumus membuat isim tasniyah/mutsanna dan jamak dari bentuk mufradnya.

Rumus membuat isim tasniyah/mutsanna :

  • Menambahkan huruf alif+nun (aani) saat keadaan rofa’. Contohnya “قَلَمٌ” (pulpen) menjadi “قَلَمَانِ” (dua pulpen).
  • Menambahkan huruf ya+nun (aini) ketika nashob dan jer, serta huruf yang terjatuh sebelum huruf tambahan dibaca fathah. Contohnya kata “كِتَابٌ” (buku) menjadi “كِتَابَيْنِ” (dua buku).

Rumus membuat isim jamak mudzakkar salim :

  • Memakai tambahan huruf berupa wawu+nun ketika rofa’.  Contohnya “مُرْسِلٌ” (pengutus) menjadi “مُرْسِلُونَ” (para pengutus).
  • Menambahkan huruf ya+nun saat dalam keadaan nashob/jer, dan huruf yang terjatuh sebelum huruf tambahan dibaca kasroh. Contohnya “مُحْسِنٌ” (penyumbang) menjadi “مُحْسِنِيْنَ” (para penyumbang).

Rumus membuat isim jamak muannats salim :

  • Menambahkan huruf tambahan berupa alif+ta’ di akhir kalimahnya, baik keadaan rofa’, nashob, dan jer. Contohnya kata “مُسْلِمَةٌ” (seorang muslimah) menjadi “مُسْلِمَاتٌ” (para muslimah).
  • Ketika rofa’ huruf ta’ dibaca dhommah, seperti kata “مُسْلِمَاتٌ”.
  • Ketika nashob dan jer huruf ta’ dibaca kasroh, seperti kata “مُسْلِمَاتٍ”.

Rumus membuat isim jamak taksir :

Untuk dapat membuat perubahan pada isim mufrad menuju jamak taksir, mau tidak mau kita harus menghafalkan pola kalimat yang menjadi patokan dalam bab jamak taksir. Seperti “كُتُبٌ” (mengikuti wazan ‘فُعُلٌ’), “طُلَّابٌ” (mengikuti wazan ‘فُعَّالٌ’), “رِجَالٌ” (mengikuti wazan ‘فِعَالٌ’), dan lain sebagainya.

Itulah penjelasan sekaligus jawaban atas pertanyaan bagaimana cara membuat isim tasniyah/mutsanna dan jamak dari bentuk mufrad. Agar lebih mudah memahaminya, mari kita terapkan rumus-rumus tersebut ke beberapa kata dalam tabel berikut :

Mufrad Tasniyah
مُسْلِمٌ مُسْلِمَانِ
مُسْلِمَيْنِ
Tabel 2.1 Rumus Perubahan Isim Tasniyah
Mufrad Jamak Mudzakkar/Muannats
مُسْلِمٌ مُسْلِمُوْنَ
مُسْلِمِيْنَ
مُسْلِمَةٌ مُسْلِمَاتٌ
مُسْلِمَاتٍ
Tabel 2.2 Rumus Perubahan jamak mudzakkar/muannats salim
Mufrad Jamak Taksir
كِتَابٌ كُتُبٌ
قَلَمٌ أَقْلَامُ
Tabel 2.3 Rumus Perubahan Isim Jamak Taksir