Skip to main content

Contoh Fi’il Tsulatsi Mujarrad

Daftar Isi [ Tampil ]
Contoh Tsulatsi Mujarrad

Berdasarkan jumlah hurufnya, kalimah fi’il atau kata kerja dalam tata bahasa Arab dibagi menjadi dua macam, yaitu fi’il tsulatsi dan ruba’i. Masing-masing dari kedua macam fi’il tersebut adakalanya mujarrad (artinya semata-mata, yakni tidak ada huruf tambahan), ada juga yang mazid (terdapat huruf tambahan). Di sini kami hanya akan menyinggung contoh fi’il tsulatsi mujarrad saja, selebihnya akan dibicarakan pada artikel selanjutnya. Insya Allah

Contoh Fi’il Tsulatsi Mujarrad

Sebagaimana penjelasan di atas, bahwa bentuk dasar kalimah fi'il (kata kerja) berdasarkan jumlah hurufnya ada dua macam, salah satunya adalah fi'il tsulatsi mujarrad.

Fi'il tsulatsi mujarrad adalah setiap kata kerja yang huruf asalnya ada 3 huruf, dan tidak ada huruf tambahan padanya. Seperti fi’il dzahaba ذَهَبَ” (pergi) yang mengikuti wazan fa’ala-yaf’aluفَعَلَ-يَفْعَلُ”, kata ini adalah contoh tsulatsi mujarrad karena ia terdiri dari 3 huruf asli, yakni dzal ذ”, ha’ “ه”, dan ba’ “ب” tanpa adanya huruf tambahan.

Contoh fi’il tsulasi mujarrad lainnya seperti kata kataba كَتَبَ” (menulis), mengikuti wazan fa’ala-yaf’uluفَعَلَ-يَفْعُلُ”, fi’il ini juga termasuk kategori tsulatsi mujarrad lantaran tersusun atas tiga huruf asli, yakni kaf ك”, ta’ “ت”, dan ba’ “ب” serta ditiadakan dari huruf zaidah (tambahan).

Perlu dicatat dan diingat bahwa semua fi’il tsulatsi mujarrad mulai dari bab 1 sd 6 umumnya adalah berlaku muta’addi, artinya membutuhkan maf’ul bih atau obyek, yakni orang yang menjadi pokok pembicaraan atau sesuatu yang dijadikan sasaran.

Ketentuan di atas dikecualikan untuk bab 5 tsulatsi mujarrad yang mengikuti wazan fa’ula yaf’uluفَعُلَ-يَفْعُلُ”. Semua kata kerja yang diikutkan wazan ini hukumnya adalah lazim, artinya tidak membutuhkan obyek atau maf’ul.

Perhatikan contoh-contoh fi’il tsulatsi mujarrad berikut:

  • أَكْتُبُ النُّصُوْصَ المَهْمَةَ فِى الكِتَابِ المُعَيَّنِ (Aku menulis catatan-catatan penting di buku khusus).
  • هَذَا مَسْجِدٌ كَبِيْرٌ بَيْدَ أَنَّهُ لَمْ يَحْسُنْ تَعْمِيْرُهُ (Ini adalah masjid yang besar, hanya saja belum dikelola dengan baik).

Pada contoh pertama, kata aktubu أَكْتُبُ” adalah fi’il tsulatsi mujarrad (bab 1) berbentuk mudhari’ yang memuat dhamir mutakallim (orang pertama/pembicara) dan hukumnya adalah muta’addi. Hal ini dapat kita lihat pada lafadz an-nushushaالنُّصُوْصَ” yang terjatuh setelahnya, yakni dibaca nashab berkedudukan menjadi maf’ul bih atau sesuatu yang dijadikan sasaran dari pekerjaan menulis.

Sedangkan pada kalimat kedua, kata lam yahsunلَمْ يَحْسُنْ” adalah contoh fi’il tsulatsi mujarrad (bab 5) yang hanya memiliki ma’mul marfu’ sebagai fa’il-nya saja, yaitu lafadz ta’miiruhuتَعْمِيْرُهُ”. Artinya, fi’il ini berlaku lazim (tidak membutuhkan obyek yang menjadi pokok pembicaraan atau sasarannya).

Dan masih banyak lagi kosakata dalam bahasa Arab yang masuk dalam kategori fi’il tsulatsi mujarrad, baik itu muta’addi maupun lazim. Oleh karenanya, berikut ini adalah beberapa fi’il tsulatsi mujarrad yang dapat digunakan untuk membuat contoh dalam sebuah kalimat sempurna:

Tsulatsi Mujarrad
No Fi’il Artinya
1 ذَهَبَ-يَذْهَبُ Pergi
2 قَرَأَ-يَقْرَأُ Membaca
3 جَعَلَ-يَجْعَلُ Menjadikan
4 عَلِمَ-يَعْلَمُ Mengetahui
5 حَمَلَ-يَحْمِلُ Memikul
6 حَسُنَ-يَحْسُنُ Bagus
7 رَكِبَ-يَرْكَبُ Menaiki
8 مَرَّ-يَمُرُّ Melalui
9 حَجَّ-يَحُجُّ Naik haji
10 قَالَ-يَقُولُ Berkata
11 قَامَ-يَقُومُ Berdiri
12 جَلَسَ-يَجْلِسُ Duduk
13 وَدَّ-يَوَدُّ Mencintai
14 شَرِبَ-يَشْرَبُ Minum
15 رَجَعَ-يَرْجِعُ Pulang
16 صَامَ-يَصُومُ Berpuasa
17 وَلَدَ-يَلِدُ Melahirkan
18 طَلَبَ-يَطْلُبُ Mencari
19 شَكَرَ-يَشْكُرُ Bersyukur
20 لَعِبَ-يَلْعَبُ Bermain
21 حَضَرَ-يَحْضُرُ Hadir
22 طَالَ-يَطُولُ Panjang
23 جَدَّ-يَجِدُّ Bekerja keras
24 غَسَلَ-يَغْسِلُ Mencuci
25 لَبِسَ-يَلْبَسُ Memakai
26 نَفَعَ-يَنْفَعُ Bermanfaat
27 هَلَكَ-يَهْلِكُ Binasa
28 طَعِمَ-يَطْعَمُ Mencicipi
29 زَرَعَ-يَزْرَعُ Menanam
30 جَاءَ-يَجِيْءُ Datang

Contoh Tsulatsi Mujarrad dalam Al-Qur’an

Ada banyak sekali contoh fi’il tsulatsi mujarrad yang bisa kita jumpai baik dalam Al-Qur’an maupun kalimat sehari-hari. Sebagai penutup, berikut kami berikan contoh tsulatsi mujarrad dalam Al-Qu’ran lengkap dengan artinya.

Contoh tsulatsi mujarrad dalam QS. Al-Fatihah:

  • إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan). QS. Al-Fatihah ayat 5.
  • اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (Tunjukanlah kami jalan yang lurus). QS. Al-Fatihah ayat 6.

Contoh tsulatsi mujarrad dalam QS. Al-Baqarah:

  • خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ (Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka). QS. Al-Baqarah ayat 7.
  • يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa). QS. Al-Baqarah ayat 21.
  • الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً (“Dialah” yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap). QS. Al-Baqarah ayat 22.

Contoh tsulatsi mujarrad dalam QS. Ali Imran:

  • اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ (Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat). QS. Ali Imran ayat 4.
  • اِنَّ اللّٰهَ لَا يَخْفٰى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ (Bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit). QS. Ali Imran ayat 5.
  • شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ (Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia). QS. Ali Imran ayat 18.
  • اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ (Mereka itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya di dunia dan di akhirat). QS. Ali Imran ayat 22.

Contoh tsulatsi mujarrad dalam QS. Al-Maidah:

  • وَاذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ وَاثَقَكُمْ بِهٖٓ (Dan ingatlah akan karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya yang telah diikatkan kepadamu). QS. Al-Maidah ayat 7.
  • يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِ (Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil). QS. Al-Maidah ayat 8.
  • وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ (Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh). QS. Al-Maidah ayat 8.

Itulah contoh fi’il tsulasi mujarrad baik mufrad (tidak tersusun) ataupun yang telah menjadi sebuah susunan sempurna dalam kitab suci Al-Qur’an. Semoga mengedukasi dan menginspirasi.