Skip to main content

Contoh Isim dalam Bahasa Arab Lengkap dan Penjelasannya

Daftar Isi [ Tampil ]
Contoh Isim

Isim adalah kata benda dalam bahasa Arab yang dapat menunjukkan pada apa-apa yang dapat dibendakan. Tidak hanya menunjukkan pada benda yang bersifat konkret saja, isim juga dapat memperlihatkan makna yang sifatnya abstrak. Lebih lanjut lagi, berikut pengertian isim dan contoh isim lengkap beserta penjelasannya.

Pengertian Isim

Secara bahasa isim artinya adalah “yang dinamakan” atau “nama”, bisa juga berarti “kata benda”. Menurut istilah ulama ahli nahwu, pengertian isim adalah :

كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِى نَفْسِهَا وَلَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَنٍ

Artinya: “Isim adalah setiap kata yang menunjuk pada makna secara spesifik dan tidak bersamaan dengan zaman”.

Dari definisi isim di atas, bisa diketahui bahwa kalimah isim tidak bersamaan dengan zaman. Ini yang perlu kita garis bawahi, yakni tidak terikat oleh zaman. Misalnya kata “زَهْرَةٌ” (bunga), kalimah barusan adalah contoh isim dan tidak memiliki zaman yang menyertainya. Artinya, ketika kita mengucapkan isim tersebut, lantas tidak timbul pertanyaan yang mengandung unsur zaman “sudah, sedang, atau akan”.

Dalam bahasa Indonesia, kita menyebut kalimah isim menggunakan istilah kata benda atau nomina. Sebenarnya “kata benda” antara kedua bahasa ini tidaklah berbeda jauh. Dalam bahasa kita, kata benda bisa menduduki kedudukan subyek, obyek. Begitu juga dengan kalimah isim dalam bahasa Arab, hanya beda penyebutan saja, yakni fa’il dan maf’ul.

Perhatikan contoh isim berikut :

  • أَحْمَدُ مَاهِرٌ فِى حِفْظِ الأَسْرَارِ (Ahmad pintar dalam menyimpan rahasia).
  • أَقْرَأُ الكِتَابَ عَنْ قِصَّةِ السَّوَابِقِ (Aku membaca buku tentang kisah orang-orang terdahulu).

Pada kalimat di atas, “أَحْمَدُ” adalah contoh isim yang menjadi fa’il (subyek atau pelaku), dibaca rofa’ berkedudukan sebagai mubtada’. Dan kata “الكِتَابَ” merupakan isim yang berlaku menjadi obyek dari pekerjaan membaca, dibaca nashob sebagai maf’ul bih.

Isim dalam bahasa Arab juga memiliki banyak macam, sebagian juga ada yang sama dengan istilah kata benda dalam bahasa kita. Seperti isim nakirah (kata benda umum), isim ma’rifat (kata benda khusus), dan lain-lain. Akan tetapi pembagian kalimah isim dalam bahasa Arab cenderung lebih banyak dibandingkan bahasa Indonesia. Hal ini tidak akan kami bahas di sini, karena telah dibicarakan pada artikel kami sebelumnya. Jadi, langsung saja pada inti postingan kali ini.

Contoh Isim

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwa isim adalah kata yang menyatakan pada makna secara spesifik atau tertentu dan tidak disertai zaman. Berikut ini adalah beberapa contoh isim bahasa Arab yang biasa digunakan dalam kalimat sehari-hari.

No Contoh Isim Artinya
1 الحَمْدُ Segala puji
2 كِتَابٌ Kitab
3 جَدِيْدٌ Baru
4 حُبْزٌ Roti
5 تَاجِرٌ Pedagang
6 مَسْجِدٌ Masjid
7 مَكْتَبٌ Meja
8 بَيْتٌ Rumah
9 رَجُلٌ Lelaki
10 صَوْمٌ Puasa
11 جِدَارٌ Dinding
12 بَابٌ Pintu
13 قَلَمٌ Pena
14 كُرَّاسَةٌ Buku tulis
15 سَاعَةٌ Jam
16 هَذَا/هَذِهِ Ini
17 ذَلِكَ/تِلْكَ Itu
18 مَقْعَدٌ Bangku
19 مِرْوَحَةٌ Kipas angin
20 شَجَرَةٌ Pohon
21 رِسَالَةٌ Surat
22 سِكِّيْنٌ Pisau
23 قَلَنْسُوَةٌ Peci
24 سَرِيْرٌ Tempat tidur
25 كُرْسِيٌّ Kursi
26 حُجْرَةٌ Kamar
27 مَدْرَسَةٌ Sekolah
28 دُكَّانٌ Toko
29 مَاءٌ Air
30 قَهْوَةٌ Kopi
31 حَمَّامٌ Kamar mandi
32 مِصْطَرَةٌ Penggaris
33 دَرَّاجَةٌ Sepeda
34 جَبَلٌ Gunung
35 فَصْلٌ Kelas
36 سُوْقٌ Pasar
37 لَبَنٌ Susu
38 وَرَقٌ Kertas
39 تُفَّاحٌ Apel
40 أُسْتَادٌ Ustad
41 شَنْطَةٌ Tas
42 سَيَّارَةٌ Mobil
43 حَافِلَةٌ Bis kota
44 فُنْدُقٌ Hotel
45 مَرِيْضٌ Sakit
46 شَهِيْرٌ Terkenal
47 جَامِعَةٌ Universitas
48 مَعْهَدٌ Ponpes
49 مَكْتَبُ البَرِيْدِ Kantor pos
50 صَيْدَلِيَّةٌ Apotik

Contoh Kalimat Isim

Kalimat adalah susunan yang minimal terdiri dari 2 kata, baik itu di awali fi’il atau isim. Dalam bahasa Arab, kalimat biasa disamakan dengan jumlah. Jika di awali fi’il (kata kerja) maka disebut jumlah fi’liyyah (kalimat verbal), yang terbentuk dari susunan fi’il dan fa’il. Apabila di awali isim (kata benda) disebut dengan jumlah ismiyyah (kalimat nominal), yang tersusun dari mubtada dan khobar. Contoh kalimat isim adalah sebagai berikut :

  • البَنَاتُ تَلْعَبُونَ فِى إِحْدَ المَلَاهِيْ بِالسُّعُودِيَّةِ (Anak-anak perempuan itu bermain di salah satu taman bermain di Saudi).
  • الأُمَرَاءُ مَسْؤُولُونَ (Semua pemimpin itu dimintai pertanggung jawaban).
  • الإِنَاثُ أَضْعَفُ مِنَ الذُّكُوْرِ (Para perempuan itu lebih dari para lelaki).
  • أَجْوَاءُ كُلِّ الأَمْكَانِ مُخْتَلِفَةٌ (Iklim di setiap tempat itu berbeda-beda).
  • الحُجَجُ مُفْتَعَلَةٌ (Bukti-bukti itu direkayasa).
  • الأَذْهَابُ فِى الحِزَانَةِ (Emas-emas itu ada di dalam loker).
  • الرِّجَالُ قَوَامُونَ عَلَى النِّسَاءِ (Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan).
  • المَاءُ حَيَاةٌ فَكَيْفَ إِذَنْ نَعِيْشُ بِدُونِ مَاءٍ؟ (Air adalah kehidupan, lalu bagaimana kita hidup tanpa air?).
  • الإِسْلَامُ دِيْنُنَا إِلَى الأَبَدِ (Islam adalah agama kita sampai kapan pun).
  • كُلُّ مَا قَدَّمْتُ لَكَ عَلَى أَسَاسِ الحُبِّ (Semua yang kupersembahkan kepadamu adalah atas dasar cinta).

Contoh Kalimat Isim Dhomir dalam Bahasa Arab

Semua contoh isim yang kami sebutkan sebelumnya merupakan contoh isim-isim yang dzahir, yakni kata yang menunjukkan pada sesuatu secara langsung. Adapun isim yang penunjukannya tidak langsung disebut dengan isim dhomir, yakni kata ganti dalam bahasa Arab yang dapat menunjuk pada mutakallim (orang pertama), mukhatab (orang kedua), dan ghaib (orang ketiga). Berikut adalah contoh kalimat isim dhomir dalam bahasa Arab dikehidupan sehari-hari :

  • هُنَّ حَوَاضِنُ مُصَدِّقَاتٌ (Mereka adalah para pengasuh anak yang bersertifikat).
  • أَنْتُمْ أَصْحَبِيْ إِلَى الأَبَدِ (Kalian semua adalah sahabatku sampai kapan pun).
  • هُوَ كَذَّابٌ فَكَيْفَ إِذَنْ أُصَدِّقُهُ (Dia itu pembohong, lalu bagaimana aku bisa mempercayainya?).
  • هُوَ الآنَ يَسْكُنُ فِى سُورَابَايَا وَسَكَنَ قَبْلَ ذَلِكَ فِى جَاكَرْتَا (Dia sekarang tinggal di Surabaya, sebelumnya itu dia tinggal di Jakarta).
  • نَحْنُ نَشْكُرُهُ عَنْ جَدَارَةٍ عَلَى مَا قَدَّمَ لَنَا (Kita pantas berterima kasih kepadanya atas sumbangsihnya kepada kita).
  • هُوَ يَتَكَلَّمُ العَرَبِيَّةَ بِطَلَاقَةٍ لِدَرَجَةٍ أَنَّنَا نَظُنُّهُ عَرَبِيًّا (Dia lancar sekali berbahasa Arab, sampai-sampai kami mengira dia orang Arab).
  • نَحْنُ أَيْضًا لَا نَعْرِفُ أَيْنَ هُوَ الآنَ (Kami pun tidak tahu di mana dia sekarang).
  • أَنَا بِوَصْفِيْ مُعَلِّمًا لَا يُمْكِنُ أَنْ أَغْضَبَ مِنْكُمْ (Saya selaku guru tidak mungkin memarahi kalian).
  • أَنَا الَّذِى يَنْبَغِيْ أَنْ أَشْكُرَكَ (Saya yang semestinya berterima kasih kepada Anda).
  • أَنْتِ لَمْ تَعُودِيْ فِى قَلْبِيْ (Kamu tidak lagi di hatiku).

Contoh Isim dalam Surah Al-Baqarah

Sebenarnya mudah saja jika kita hendak mencari banyak contoh kalimat isim, asalkan kita paham mengenai tanda-tanda isim sebagaimana keterangan yang lalu, maka akan mempermudah membuat dan menemukan contoh isim baik dalam Al-Qur’an maupun kalimat sehari-hari. Seperti contoh isim dalam surah Al-Baqarah yang akan kami sebutkan ini, yaitu :

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

Artinya: “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” QS. Al-Baqarah ayat 2.

Pada ayat di atas, kata “ذَٰلِكَ الْكِتَابُ” adalah contoh isim berkedudukan menjadi mubtada memiliki khobar berupa jumlah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya tanda isim yang dimilikinya, yakni menjadi musnad atau subyek dalam pengertian bahasa Indonesia.

Dan itu merupakan susunan yang menempati hukum asal, di mana mubtada (subyek) terletak di awal, dan khobar (predikat) berada setelah mubtada. Adapun yang menyimpang dari aturan ini disebut khilaful ashli (memperselisihi hukum asal), yang di mana khobar didahulukan dan mengakhirkan mubtada. Istilahnya adalah khabar muqaddam mubtada muakhor, contoh kalimatnya seperti surah Al-Baqarah ayat 10 berikut ini :

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.” QS. Al-Baqarah ayat 10.

Kalimat “فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ” dalam ayat 10 surah Al-Baqarah tersebut adalah contoh kalimat isim yang strukturnya memperselisihi hukum asal. Hal ini sah-sah saja, bahkan ada yang wajib seperti kalimat “فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ”. Begitu juga dengan “وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ”, akan tetapi ini tidak wajib taqdimul khabar.

Itulah tadi contoh isim dalam bahasa Arab beserta penjelasannya baik saat mufrad (berdiri sendiri) maupun setelah menjadi sebuah susunan yang sempurna. Semoga mengedukasi dan menginspirasi.