Skip to main content

Contoh Fi'il Madhi

Daftar Isi [ Tampil ]
Contoh Fiil Madhi

Fi’il madhi adalah kata dalam bahasa Arab yang berlaku untuk menunjukkan kepada suatu pekerjaan yang sudah berlalu. Contohnya adalah “جَلَسَ” (sudah duduk), dan fi'il madhi 4 huruf seperti “قَرَّبَ” (telah mendekatkan). Kedua contoh fi’il madhi barusan sama-sama memuat zaman yang lampau. Untuk lebih memahami lagi penggunaannya dalam kalimat. Mari kita bicarakan lebih lanjut lagi mengenai ini.

Contoh Fi’il Madhi

Fi’il madhi memiliki 14 wazan tashrif yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Misal kita hendak membuat contoh kalimat “kamu (lk) telah berkata”, maka fi’il madhi yang pas adalah “قُلْتَ” yang disambung dengan dhamir mufrad mudzakkar mukhatthab (kata ganti orang kedua jenis laki-laki tunggal).

Jika penggunaan fi’il madhi adalah ditujukan untuk orang ketiga jenis laki-laki berjumlah dua, tentu saja akan berbeda dengan contoh fi’il madhi “قُلْتَ”, melainkan memakai lafadz “قَالَا” (kalian berdua (lk) telah berkata).

Artinya, antara fi’il madhi dengan fa’ilnya (pelaku) harus cocok dalam hal jenis (mudzakkar, muannats) dan bilangannya (mufrad, tasniyah, jamak). Akan tetapi, bila fi’il madhi berlaku merofa’kan fa’il berupa isim dhahir maka bentuknya tetap dalam keadaan mufrad, sekalipun fa’ilnya adalah tasniyah atau jamak. Coba perhatikan 5 contoh fi’il madhi dalam kalimat berikut ini:

  1. جَلَسَ زَيْدٌ (Zaid sudah duduk).
  2. جَلَسَتْ فَاطِمَةُ (Fathimah sudah duduk).
  3. صَلَّى المُسْلِمانِ (Dua muslim telah shalat).
  4. صَلَّتْ المُسْلِمَتَانِ (Dua muslimah telah shalat).
  5. المُسْلِمَانِ ذَهَبَا (Kedua muslim itu telah pergi).

Dalam contoh barusan, bisa kita lihat kecocokan antara fi’il madhi dengan fa’ilnya. Pada kalimat pertama, fi’il madhi “جَلَسَ” berjenis mudzakkar karena memang fa’ilnya juga mudzakkar. Sedangkan kalimat kedua, lafadz “جَلَسَتْ” adalah contoh fi’il madhi muannats, karena berlaku merofa’kan fa’il muannats pula. Meskipun fa’il isim dhahirnya berupa tasniyah, fi’il madhi tetap dalam keadaan mufrad, seperti kalimat ketiga dan keempat. Kecuali jika dalam susunan mubtada khobar (jumlah ismiyyah), maka fi’il madhi harus menyesuaikan baik pada jenis dan jumlahnya, sebagaimana contoh kalimat kelima. Dan ini sebenarnya juga berlaku tidak hanya fi’il madhi saja, namun juga untuk fi’il mudhari’.

Perlu diingat dan ini penting, bahwa ada beberapa wazan fi’il madhi yang fa’ilnya sudah melekat pada fi’il madhi itu sendiri, yaitu fi’il madhi dhamir mukhatthab (orang kedua) dan mutakallim (orang pertama) baik itu mudzakkar maupun muannats. Contohnya seperti tashrif fi’il madhi nasoro نَصَرَ” berikut:

Contoh Tashrif Fi’il Madhi
Kalimat Dhamir Artinya
نَصَرْتَ أَنْتَ Kamu (lk) sudah menolong
نَصَرْتُمَا أَنْتُمَا Kalian berdua (lk) sudah menolong
نَصَرْتُمْ أَنْتُمْ Kalian (lk) sudah menolong
نَصَرْتِ أَنْتِ Kamu (pr) sudah menolong
نَصَرْتُمَا أَنْتُمَا Kalian berdua (pr) sudah menolong
نَصَرْتُنَّ أَنْتُنَّ Kalian (pr) sudah menolong
نَصَرْتُ أَنَا Saya sudah menolong
نَصَرْنَا نَحْنُ Kami sudah menolong

Perhatikanlah bahwa semua contoh fi’il madhi tersebut sudah menjadi kesatuan dengan fa’ilnya. Artinya, ketika kita mengucapkan “نَصَرْتَ”, maka telah diketahui secara pasti kalau subyek atau orang yang menolong adalah “أَنْتَ” (kamu). Begitupun dengan fi’il mudhari’ seperti “تَنْصُرُ” (kamu (lk) sedang/akan menolong), maka fa’il untuk fi’il ini sudah melekat pada lafadz “تَنْصُرُ” itu sendiri. Hal ini pastinya akan berbeda dengan fi’il madhi dhamir ghaib (orang ketiga). Misalkan kita hanya berkata “كَتَبَ”, maka belum jelas siapa orang yang menulis sampai kita melengkapinya menjadi “كَتَبَ زَيْدٌ” (Zaid sudah menulis). Jadi lawan bicara bisa memahami, oh ternyata yang menulis adalah si Zaid.

Contoh Kalimat Fi’il Madhi

Berikut contoh kalimat fi’il madhi baik berupa mudzakkar maupun muannats dengan fa’il isim mufrad, tasniyah, dan jamak.

Contoh fi’il madhi mudzakkar:

  1. جَلَسَ زَيْدٌ (Zaid telah duduk).
  2. نَامَ خَالِدٌ (Khalid telah tidur).
  3. غَضِبِ المُدَرِّسُ (Bapak guru sudah marah).
  4. جَاءَ الطَّالِبُ (Seorang pelajar telah datang).
  5. طَلَعَ البَدْرُ (Bulan purnama telah tampak).
  6. جَاءَ الأُسْتَاذَانِ (Dua pak guru sudah datang).
  7. ضَاعَ الكِتَابَانِ (Dua buku telah hilang).
  8. لَعِبَ الطِّفْلَانِ (Dua anak kecil sudah bermain).
  9. عَزَمَ الطَّلِبَانِ (Dua pelajar itu telah bercita-cita).
  10. صَامَ المُؤْمِنَانِ (Para mukmin telah berpuasa).
  11. صَلَّى المُسْلِمُونَ (Para muslim sudah shalat).
  12. عَزَمَ الطَّالِبُونَ (Siswa-siswa telah bercita-cita).
  13. تَبَسَّمَ التُّجَّارُ (Para pedagang telah tersenyum).
  14. كَرُمَ الأَغْنِيَاءُ (Orang-orang kaya itu sudah mulia).
  15. ذَهَبَ الزُّمَلَاءُ (Para teman telah pergi).

Contoh fi’il madhi muannats:

  1. جَلَسَتْ فَاطِمَةُ (Fathimah telah duduk).
  2. نَامَتْ هِنْدٌ (Hindun sudah tidur).
  3. غَضِبَتْ المُدَرِّسَةُ (Bu guru telah marah).
  4. جَائَتْ الطَّالِبَةُ (Seorang siswi sudah datang).
  5. طَلَعَتْ الشَمْشُ (Matahari telah terbit).
  6. جَرَتْ السَّفِيْنَةُ (Perahu telah berlayar).
  7. جَائَتْ الأُسْتَاذَتَانِ (Dua Bu guru sudah datang).
  8. صَلَّتْ المُسْلِمَتَانِ (Dua muslimah telah shalat).
  9. ضَاعَتْ السَّيَّارَتَانِ (Dua mobil telah hilang).
  10. لَعِبَتْ المَرْأَتَانِ (Dua anak wanita sudah bermain).
  11. صَامَتْ المُؤْمِنَاتُ (Para mukminah telah berpuasa).
  12. قَامَتْ المُدَرِّسَاتُ (Para Bu guru sudah berdiri).
  13. كَثُرَتْ المَسَاجِدُ (Masjid-masjid telah banyak).
  14. سَقَطَتْ الأَوْرَاقُ (Daun-daun telah berguguran).
  15. إِطْمَئَنَّتْ النُّفُوْسُ  (Jiwa-jiwa sudah tenang).

Sebenarnya cukup mudah untuk membuat contoh fi’il madhi muannats. Misalkan kalimat “جَلَسَ زَيْدٌ” (Zaid duduk), bila hendak diubah muannats tinggal mengganti fa’il dan bentuk fi’il madhinya saja, menjadi “جَلَسَتْ فَاطِمَةُ” (Fathimah duduk). Begitu pun ketika diubah ke dalam bentuk tasniyah atau jamak, tinggal menyesuaikan saja dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Oleh karenanya, mengetahui cara membuat isim tasniyah dan jamak pun juga penting, sehingga mempermudah kita dalam mengidentifikasi bahkan membuat 50 contoh fi’il madhi dengan sendiri.

Contoh Fi’il Madhi dalam Al Quran

Banyak sekali contoh penggunaan fi’il madhi dalam Al-Qur’an baik dengan struktur jumlah ismiyyah maupun fi’liyyah. Untuk itu, berikut adalah contoh fi’il madhi dalam Al Qur’an beserta suratnya.

Contoh fi' il madhi dalam surat Al Baqarah:

  • وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ (Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa). QS. Al-Baqarah ayat 206
  • ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا (Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba). QS. Al-Baqarah ayat 275
  • إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ (Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya). QS. Al-Baqarah ayat 277
  • وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ (Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)). QS. Al-Baqarah ayat 283
  • آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ (Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman). QS. Al-Baqarah ayat 285

Contoh fi'il madhi dalam juz 30:

  • وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا (Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan). QS. An-Naba’ ayat 8
  • وَفُتِحَتِ السَّمَاءُ فَكَانَتْ أَبْوَابًا (Dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu). QS. An-Naba’ ayat 19
  • قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia). QS. An-Naas ayat 1
  • مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan). QS. Al-Lahab ayat 2
  • إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan (yang dahsyat)). QS. Al-Zalzalah ayat 1

Demikianlah contoh fi’il madhi dalam kalimat dan Al-Qur’an baik berupa mudzakkar, muannats, mufrad, tasniyah dan jamak. Semoga mengedukasi dan menginspirasi.