Skip to main content

Dhomir Bariz Muttashil dan Munfashil beserta Contohnya

Daftar Isi [ Tampil ]
Dalam bahasa Arab, kata ganti disebut dengan isim dhomir, adalah isim yang berfungsi sebagai pengganti sebuah kata atau untuk mewakili seseorang atau benda. Secara keseluruhan, isim dhomir memiliki 14 macam bentuk dengan penggunaan yang berbeda-beda. Ke-14 macam isim dhomir tersebut kemudian dibedakan menjadi dua jenis, yaitu dhomir bariz dan dhomir mustatir. Berikut penjelasan tentang dhomir bariz meliputi pengertian, macam-macam, dan contoh penggunaannya dalam kalimat. Selebihnya akan kami buatkan fokus artikel tersendiri. Insya Allah

Pengertian Dhomir Bariz

Secara etimologi (bahasa) kata al-bariz  (البارز) berasal dari kata baroza (برز), artinya yang terkemuka, terlihat, mencolok, atau menonjol. Di dalam QS. Ghafir ayat 16 Allah SWT berfirman:

يَوۡمَ هُمۡ بَارِزُوۡنَۖ لَا يَخۡفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنۡهُمۡ شَىۡءٌ

Artinya: (yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada sesuatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah, (QS. Ghafir: 16).

Kata بَارِزُوۡنَ pada ayat di atas bermakna ظَاهِرُوْنَ yang berarti kelihatan, terang, atau jelas. Maksudnya, kelak di hari kiamat manusia akan keluar dari kuburnya dan tidak ada satu pun dari perbuatan mereka yang tersembunyi di sisi Allah, semuanya diketahui-Nya.

Sedangkan menurut terminologi (istilah), ada beberapa pengertian tentang dhomir bariz yang dikemukakan oleh para ulama ahli nahwu, di antaranya:

مَا لَهَا صُوْرَةٌ فِى الكَلَامِ كَالتَّاءِ فِى: عَلِمْتُ

Artinya: dhomir bariz adalah kata ganti yang memiliki bentuk (tampak) di dalam kalimat, seperti huruf ta’ pada contoh عَلِمْتُ (aku sudah mengetahui).

الضَّمِيْرُ البَارِزُ مَا لَهُ صُوْرَةٌ فِى اللَّفْظِ وَيَنْقَسِمُ عَلَى قِسْمَانِ

Artinya: dhomir bariz adalah kata ganti yang memiliki bentuk dalam lafadznya, dan dibagi menjadi dua macam.

Definisi di atas dirasa sudah memberikan gambaran yang jelas tentang pengertian dhomir bariz. Bahwa yang dimaksud dengan dhamir bariz adalah kata ganti yang nampak dalam kalimat, kebalikan dari dhamir mustatir (kata ganti yang tersimpan). Seperti kalimat جَلَسْتُ (aku menulis), huruf ta’ yang terdapat pada kalimat barusan merupakan contoh penggunaan dhomir bariz untuk mutakallim (kata ganti orang pertama).

Adapun dua macam pembagian dhomir bariz yang dimaksud adalah:

  1. Dhomir muttashil: bersambung dengan kalimat lain.
  2. Dhomir munfashil: berdiri sendiri, tidak bersambung dengan kalimat lain.

Dhamir Muttashil

Kata muttashil (متّصل) merupakan bentuk isim fa’il dari madhi ittashala (إتّصل), artinya bersambung. Dalam kamus Arab-Indonesia, kata al-muttashil memiliki keselarasan makna dengan al-muqtarin (المقترن), yaitu yang sambung, bertemu.

Dhomir muttashil adalah isim dhomir yang selalu disambung dengan kata yang terjatuh sebelumnya, tidak bisa diletakkan pada awal kalimat atau terjatuh setelah lafadz إِلَّا. Jenis kata ganti ini terbagi ke dalam 3 macam, yaitu:

1. Dhamir rafa’ muttashil

Dhomir ini terjadi bilamana bertemu dengan fi’il atau kana beserta saudaranya, dan kedudukannya sebagai fa’il (subyek). Ketika bersambung dengan kana dan saudaranya maka berkedudukan menjadi isimnya. Contohnya sebagaimana dalam tabel berikut:

Contoh Dhomir Arti
جَلَسْتُ Mutakallim Aku duduk
جَلَسْنَا Kami duduk
جَلَسْتَ Mukhathab Kamu (lk) duduk
جَلَسْتُمَا Kalian berdua duduk
جَلَسْتُمْ Kalian (lk) duduk
جَلَسْتِ Kamu (pr) duduk
جَلَسْتُنَّ Kalian (pr) duduk
جَلَسَ Ghaib Dia (lk) duduk
جَلَسَا Mereka berdua (lk) duduk
جَلَسُوا Mereka (lk) duduk
جَلَسَتْ Dia (pr) duduk
جَلَسَتَا Mereka berdua (pr) duduk
جَلَسْنَ Mereka (pr) duduk

2. Dhamir nashab muttashil

Dhomir ini terjadi ketika bertemu dengan fi’il atau inna beserta saudaranya, dan berkedudukan sebagai maf’ul bih (obyek). Jika bersambung dengan inna dan saudaranya, maka kedudukannya sebagai isimnya. Contohnya seperti kalimat berikut:

Contoh Dhamir Arti
اللّٰهُ يَرْحَمُنِي Mutakallim Allah merahmatiku
اللّٰهُ يَرْحَمُنَا Allah merahmati kita
اللّٰهُ يَرْحَمُكَ Mukhathab Allah merahmatimu (lk)
اللّٰهُ يَرْحَمُكِ Allah merahmatimu (pr)
اللّٰهُ يَرْحَمُكُمَا Allah merahmati kalian berdua
اللّٰهُ يَرْحَمُكُمْ Allah merahmati kalian (lk)
اللّٰهُ يَرْحَمُكُنَّ Allah merahmati kalian (pr)
اللّٰهُ يَرْحَمُهُ Ghaib Allah merahmatinya (lk)
اللّٰهُ يَرْحَمُهَا Allah merahmatinya (pr)
اللّٰهُ يَرْحَمُهُمَا Allah merahmati mereka berdua
اللّٰهُ يَرْحَمُهُمْ Allah merahmati mereka (lk)
اللّٰهُ يَرْحَمُهُنَّ Allah merahmati mereka (pr)

3. Dhamir jar muttashil

Dhomir ini terjadi ketika bertemu dengan isim (kata benda) atau huruf jar, dan berkedudukan sebagai mudhaf ilaih atau majrur. Contohnya seperti kalimat berikut:

Contoh Dhamir Arti
كِتَابِي Mutakallim Bukuku
كِتَابُنَا Buku kita
كِتَابُكَ Mukhathab Bukumu (lk)
كِتَابُكِ Bukumu (pr)
كِتَابُكُمَا Buku kalian berdua
كِتَابُكُمْ Buku kalian (lk)
كِتَابُكُنَّ Buku kalian (pr)
كِتَابُهُ Ghaib Bukunya (lk)
كِتَابُهَا Bukunya (pr)
كِتَابُهُمَا Buku mereka berdua
كِتَابُهُمْ Buku mereka (lk)
كِتَابُهُنَّ Buku mereka (pr)

Dhamir Munfashil

Secara lughat (bahasa) kata al-munfashil (المنفصل) berasal dari kata infashala (إنفصل), artinya yang dipisahkan, dilepaskan, atau diputuskan. Kata al-munfashil (المنفصل) juga memiliki keserasian makna dengan al-munfarid (المنفرد), artinya yang terpisah dari yang lain.

Menurut para linguis Arab, definisi dhamir munfashil adalah dhomir yang berdiri sendiri, tidak bersambung dengan kata lain, dan bisa dijadikan permulaan kalimat atau terjatuh setelah إِلَّا. Dhamir ini juga dibagi menjadi dua macam, yaitu:

1. Dhamir rafa’ munfashil

Dhamir rafa' munfashil kata ganti yang berdiri sendiri dan bermahal rofa’ sebagai mubtada’, khobar, fa’il atau na’ibul fa’il. Contohnya:

Contoh Dhamir Arti
هُوَ Ghaib Dia (lk)
هُمَا Mereka berdua (lk)
هُمْ Mereka (lk)
هِيَ Dia (pr)
هُمَا Mereka berdua (pr)
هُنَّ Mereka (pr)
أَنْتَ Mukhathab Kamu (lk)
أَنْتُمَا Kalian berdua (lk)
أَنْتُمْ Kalian (lk)
أَنْتِ Kalian (pr)
أَنْتُمَا Kalian berdua (pr)
أَنْتُنَّ Kalian (pr)
أَنَا Mutakallim Saya
نَحْنُ Kami, kita

2. Dhamir nashab munfashil

Dhamir nashab munfashil adalah kata ganti yang berdiri sendiri dan dibaca nashab sebagai maf’ul bih (obyek). Contohnya:

Contoh Dhamir Arti
إِيَّاهُ Ghaib Kepadanya (lk)
إِيَّاهُمَا Kepada mereka berdua (lk)
إِيَّاهُمْ Kepada mereka (lk)
إِيَّاهَا Kepadanya (pr)
إِيَّاهُمَا Kepada mereka berdua (pr)
إِيَّاهُنَّ Kepada mereka (pr)
إِيَّاكَ Mukhathab Kepadamu (lk)
إِيَّاكُمَا Kepada kalian berdua (lk)
إِيَّاكُمْ Kepada kalian (lk)
إِيَّاكِ Kepadamu (pr)
إِيَّاكُمَا Kepada kalian berdua (pr)
إِيَّاكُنَّ Kepada kalian (pr)
إِيَّايَ Mutakallim Kepadaku
إِيَّانَا Kepada kita

Demikianlah penjelasan tentang dhamir bariz dalam bahasa Arab yang secara garis besar dibagi menjadi dua macam, yaitu: 1) Dhamir muttashil, yaitu kata ganti yang selalu bersambung dengan kata lainnya, berkedudukan menjadi fa’il, maf’ul bih, mudhaf ilaih, majrur, isimnya kana,   dan isimnya inna. 2) Dhamir munfashil, yaitu kata ganti yang berdiri sendiri, tidak bersambung dengan kata lain. Kedudukannya bisa sebagai fa’il atau na’ibul fa’il, mubtada’, khobar, dan maf’ul bih.