Skip to main content
Tampilkan postingan dengan label Nahwu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahwu. Tampilkan semua postingan
Khabar Inna Wa Akhwatuha (dan Saudara-saudaranya)

Khabar Inna Wa Akhwatuha (dan Saudara-saudaranya)

Khabar inna dan saudaranya (wa akhwatuha) merupakan komponen pokok dalam kalimat nominal yang dimasuki inna atau salah satu saudaranya. Pada dasarnya, khabar tersebut adalah khabar bagi mubtada’ yang…

Ketentuan Hamzah Inna/Anna Dibaca Fathah dan Kasrah

Ketentuan Hamzah Inna/Anna Dibaca Fathah dan Kasrah

Inna dan anna (إِنَّ/أَنَّ) termasuk amil nawasikh (faktor perusak) yang masuk pada susunan mubtada’ khobar atau jumlah ismiyah dalam bahasa Arab. Di samping dapat mengubah i’rab dan makna kalimat ya…

Isim Inna dan Saudaranya (Wa Akhwatuha)

Isim Inna dan Saudaranya (Wa Akhwatuha)

Pada kesempatan lalu telah dijelaskan bahwa inna dan saudaranya adalah partikel yang masuk pada kalimat nominal (jumlah ismiyah) yang menjadikan mubtada’ manshub (dibaca nashab) dan khabar tetap dal…

Perbedaan Jumlah Ismiyah dan Fi'liyah

Perbedaan Jumlah Ismiyah dan Fi'liyah

Hampir di setiap buku ilmu nahwu yang mempelajari bahasa Arab tidak luput menyelipkan pembahasan tentang jumlah ismiyah dan fi’liyah di dalamnya. Artinya, kedua tema tersebut hingga kini tiada habis …

Kaidah Jumlah Ismiyah

Kaidah Jumlah Ismiyah

Dalam tata bahasa Arab, kalimat yang diawali isim (kata benda) disebut dengan istilah jumlah ismiyah atau kalimat nominal dalam pengertian bahasa Indonesia. Jumlah ini memiliki dua unsur pokok dalam…